11 September 2020, 14:55 WIB

Permintaan Susu Segar Etawa Naik Selama Pandemi Covid-19


Bagus Suryo | Nusantara

SUSU segar kambing etawa di Kota Batu dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, laris manis selama masa wabah covid-19. Warga luar Malang membeli susu segar di peternak daerah setempat lantaran meyakini baik untuk kesehatan dan bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

"Selama masa pandemi korona banyak permintaan. Pembeli dari Surabaya dan Bali rutin membeli susu etawa selain konsumen di Kabupaten Malang, Kota Batu dan Kota Malang," ungkap peternak kambing etawa warga Dusun Klerek, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Agus Sugeng Harianto, Jumat (11/9).

Agus yang akrab disapa Mbah Embek menjelaskan susu segar yang dihasilkan dari 15 ekor kambing produktif miliknya rata-rata sebanyak 18 liter per hari. "Saya memerah susu pagi hari dan sore," katanya.

Susu segar itu, lanjutnya, langsung terserap konsumen. Saban hari, pembeli memesan lebih dulu, lalu mengambil susu segar ke peternakan di samping rumah Agus. Tiap liter susu dijual Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per liter. Ia juga menjual susu segar dalam kemasan 250 mililiter Rp10 ribu per botol.

Susu segar etawa yang dijual itu sesuai harga pasar seperti sebelum pandemi. Ia tidak mengambil keuntungan lebih kendati permintaan sedang meningkat. Ia tetap menjaga kualitas susu dan memberikan pakan protein dan karbohidrat pada kambing secara cukup meskipun bila dihitung biaya operasional dengan keuntungan sangatlah tipis.

"Permintaan meningkat, saya sampai kewalahan melayani. Setelah memerah, langsung dibeli pelanggan. Tetapi, susu yang dijual tetap sesuai kapasitas," ujarnya.

Menurut Agus, susu etawa manfaatnya banyak. Selain meningkatkan imun, juga membantu pemulihan kesehatan bagi mereka yang sakit. Bahkan, kebanyakan orang meyakini susu etawa bisa mencegah berbagai penyakit termasuk virus covid-19.

Karena itu, selama masa wabah sampai memasuki tatanan kehidupan baru, animo warga dalam mengonsumsi susu etawa tetap terjaga dengan tren yang meningkat. Sejauh ini Agus setia menggeluti peternakan etawa sejak 15 tahun terakhir. Selama masa pandemi covid-19, ia berprinsip tetap berjuang dan berdaya agar produktif.

"Tetap semangat, terus berjuang di tengah pandemi yang sangat ganas ini. Harus berjuang untuk tetap hidup," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Nurcahyo menyatakan produksi susu kambing etawa secara teori 100 liter per tahun per ekor. Di Kabupaten Malang, betina produktif hanya 25% dari total populasi semua jenis kambing sebanyak 262.290 ekor. Adapun jumlah kambing etawa sekitar 60% dari populasi tersebut.

"Sentra peternakan etawa di Kabupaten Malang tersebar di sejumlah kecamatan diantaranya Dampit, Tirtoyudo dan Ampelgading," katanya.

Selama ini peternakan kambing etawa sangat potensial dikembangkan mengingat tingginya animo pembeli terutama masa pandemi covid-19.(OL-13)

Baca Juga: Jaga Kualitas, 100 Pembatik Malang Raya Lulus Uji Kompetensi

BERITA TERKAIT