11 September 2020, 11:37 WIB

GGF Kolaborasi Dengan Pemda Sukses Tekan Stunting


Eva Pardiana | Nusantara

PROGRAM Great Indonesia oleh Great Giant Foods (GGF), yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah, sukses menekan angka prevalensi stunting (gagal
tumbuh pada balita) di Kabupaten Lampung Tengah. Jumlah kasus stunting di Lampung Tengah  pada 2018 mencapai 27% dari 3.680 balita yang tersebar di 10 desa, yaitu Bandar Putih Tua, Gedung Ratu, Riau Periangan, Tanjung Rejo, Buyut Udik, Cabang, Gunung Batin Udik, Mataram Ilir, Mataram Udik dan Tulung Kakan.

Senior Manager Sustainability GGF Arief Fatullah mengatakan melalui program Great Indonesia yang telah berlangsung selama satu tahun ini, GGF memberikan sosialiasi dan pendampingan pencegahan stunting kepada warga di lima desa dengan kasus tertinggi. Hasilnya, angka prevalensi stunting di kabupaten dengan semboyan Beguwai Jejamo Wawai tersebut turun sebesar 18 persen.

"Tahun sebelumnya, prevalensi stunting di Lampung Tengah berhasil turun 18 persen. Di dalam program sendiri kami bisa menaikkan rata-rata tinggi badan anak 3 cm per triwulan dan juga berhasil mengajak lebih dari 100 rumah di Lampung Tengah untuk punya kebun pekarangan rumah (sebagai sumber pangan sehat)," papar Arief selepas peluncuran Program Great Indonesia di Desa Jaya Asri, Metrokibang, Lampung Tengah, Kamis (10/9).

Komitmen GGF terhadap isu stunting berlanjut ke Lampung Timur yang merupakan kabupaten kedua di Provinsi Lampung dengan jumlah kasus stunting tertinggi. Berdasarkan validasi data Dinas Kesehatan Lampung Timur pada Februari 2020, dari 71.870 balita, terdapat 4.064 balita dengan kondisi stunting atau sebesar 5,6 persen, dengan perincian balita sangat pendek sebanyak 1.764 dan balita pendek 2.300.

Arief menambahkan upaya pengentasan stunting di Lampung Tengah  dan Lampung Timur merupakan komitmen GGF sebagai produsen pangan sehat, seperti buah-buahan,
daging, dan susu.

baca juga: Kembali Menyantap Ubi Hutan Beracun

Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari mengapresiasi kepedulian dunia usaha terhadap isu stunting. Ia berharap apa yang dilakukan GGF dapat diikuti perusahaan-perusahaan lain yang ada di Lampung. Dengan begitu, upaya pengentasan stunting bisa lebih cepat terwujud.

"Di Desa Jaya Asri ini memang paling banyak kasus stunting. Bersama GGF, jajaran Dinkes akan lebih mudah menanganinya. Ke depan kami akan mendiskusikan dengan perusahaan-perusahaan lain agar bisa membantu. Kalau dikeroyok sama-sama, tahun 2022 tidak ada lagi stunting di Lampung Timur," ujarnya.

Zaiful memaparkan untuk mewujudkan masyarakat sehat, Pemkab Lampung Timur telah menggratiskan akses layanan kesehatan dasar sejak 1 Septemper 2020.
Dukungan dari berbagai pihak diharapkan mampu mewujudkan generasi penerus estafet pembangunan yang berkualitas. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT