11 September 2020, 08:09 WIB

STIN Melangkah Menuju  World Class Intelligence


mediaindonesia.com | Politik dan Hukum

SEKOLAH Intelijen Negara (STIN) di bawah pimpinan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Jenderal (Purn) Budi Gunawan, melakukan pembaruan menuju world class intelligence.

Budi Gunawan memimpin langsung acara dimulai pembaruan STIN yang dilakukan bersamaan dengan peluncuran prodi magister terapan intelijen medik dan peresmian patung Bung Karno, di Kampus STIN di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/9). Patung Bapak Proklamasi tersebut dibuat sebagai inspirasi berdirinya STIN dan sebelumnya diresmikan oleh Megawati Soekarnoputeri selaku presiden ke-5 RI.

STIN berbenah dengan dilengkapi sarana dan prasarana yang mumpuni agar mampu bersaing di kancah internasional. Untuk itu disiapkan sejumlah program, di antaranya menuju era 4.0 dengan mensinergikan human intelligence, technology intelligence dan data science.

Kepala BIN mengatakan pembaruan STIN untuk melahirkan talenta-talenta intelijen yang siap bertarung di kancah internasional. "Semua langkah pembaruan dan perubahan STIN yang simbolis akan menjadi catatan sejarah perubahan STIN, termasuk untuk membuat STIN terus melangkah maju menuju world class intelligence university," ucap Budi dalam sambutannya.

Perubahan STIN, menurutnya, melalui beberapa fase menuju one of leading intelligence university in Asia pada 2035. Fase pertama, pada 2020-2025, dilakukan pengembangan STIN dengan membuka program studi intelijen spesifik menuju world class intelligence education.

Fase kedua, 2025-2030, menuju integrated and holistic intelligence education. Fase ketiga, 2030-2035, menjadi universitas intelijen unggul dalam bidang pendidikan dan sumber daya menuju one of leading intelligence university in Asia.

Acara tersebut dihadiri Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono, Menpan-RB Tjahyo Kumolo, Jenderal (Purn) AM Hendropriyono, Ketua Komisi l DPR RI Meutia Hafid, Inspektur Jenderal Kemenkumham Andap Budi Revianto, Sesmenko Polhukam Mayjen (Purn) Tri Soewandono, Kepala BKN RI Bima Haria Wibisana, Kepala LAN RI Adi Suryanto, Danjen Kopassus Brigjen Mohamad Hasan, Komandan Korps Brimob Irjen Anang Revandoko, Komandan Korps Marinir Mayjen (Mar) Suhartono dan Komandan Korps Paskas TNI-AU Marsma TNI Eris Widodo Yuliastono. Mereka yang hadir mendapatkan gelar warga kehormatan dari STIN.

Pada kesempatan tersebut, Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi langkah maju STIN di bawah arahan Jenderal (Purn) Budi Gunawan. Puan menyebut BIN memang harus berbenah karena Indonesia adalah bangsa besar.

"Intelijen negara berperan dalam melalukan deteksi dini sehingga dapat menangkal segala ancaman terhadap keamanan nasional. Ancaman tersebut dapat merupakan ancaman nasional, ekonomi, budaya, politik dan militer baik dari dalam maupun dari luar," ujar Puan.

Ia menilai dalam melaksanakan tugas intelijen memelukan SDM yang memiliki keahlian dan keterampilan khusus dengan karakteristik khusus dalam mengamankan kepentingan nasional.

Puan yang juga merupakan keluarga besar Bung Karno berharap sekolah khusus intelijen tersebut mampu melahirkan prajurit yang siap untuk mewujudkan negara yang aman. (S1-25)

BERITA TERKAIT