11 September 2020, 03:50 WIB

Asuransi Mikro Jadi Andalan


Heryadi | Ekonomi

KEBUTUHAN masyarakat akan asuransi bakal meningkat seiring tumbuhnya kesadaran untuk melindungi dirinya dari berbagai macam risiko.

Adanya pandemi covid-19 membuat masyarakat diliputi kecemasan dan mencari cara guna memitigasi risiko. Kebutuhan ini dapat dipenuhi asuransi yang menawarkan produk dengan premi makin terjangkau dan layanan yang memudahkan. Keberadaan teknologi juga memudahkan para perusahaan asuransi menjangkau dan melayani nasabahnya.

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia Fithra Faisal mengatakan bahwa prospek perkembangan asuransi akan membaik seiring tren pemulihan yang terjadi.

“Masyarakat pada 2020 lebih banyak berkutat pada faktor fear (ketakutan). Ini bisa dimitigasi dengan hedging. Dan asuransi ini menjadi jawabannya, termasuk asuransi mikro,” kata Fithra.

Oleh karena itu, tak mengherankan jika per usahaan-perusahaan asuransi saat ini berlomba- lomba untuk mengembangkan produk asuransi mikronya.

Bahkan, untuk mempercepat dan memudahkan masyarakat membeli nya, penyelenggara teknologi keuangan marak mengadaptasi asuransi secara digital.

Presiden Direktur PT Asuransi Cigna Indonesia Phil Reynolds menjawab kebutuhan masyarakat tersebut dengan menghadirkan situs punya.cigna.co.id.

Ia berharap layanan beli asuransi melalui situs itu dapat menjawab kebutuhan masyarakat tersebut.

Melalui situs ini masyarakat dengan mudah dapat mengakses perlindungan asuransi yang dibutuhkan sekaligus membayar premi secara digital.

Selain itu, lewat situs ini, Cigna juga ingin berpartisipasi dalam meningkatkan inklusi keuangan dan asuransi di Indonesia.

Direktur Pemasaran dan Kerja Sama Strategis Cigna Indonesia Akhiz Nasution menambahkan, untuk saat ini, punya.cigna.co.id menyediakan dua produk asuransi, yakni Cigna Pro Guard; solusi perlindungan diri dari risiko kecelakaan serta Cigna Pro Life; solusi asuransi jiwa dan perlindungan finansial keluarga.

Kedua produk itu dapat dibeli langsung di situs tersebut atau melalui beberapa rekan bisnis nonfi nansial Cigna.

“Kami menawarkan solusi perlindungan dengan premi mulai dari Rp7.000 per minggu dengan manfaat hingga Rp100 juta,” jelas Akhiz Nasution.

Ke depannya, Cigna akan menambahkan solusi perlindugan lainnya untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang mencari produk-produk perlindungan yang terjangkau dan sederhana.


Berikan kemudahan

Direktur Kepatuhan Cigna Indonesia Restu Pranandari menegaskan seluruh produk yang ditawarkan ini telah memenuhi semua peraturan perasuransian yang berlaku dan sudah dikonsultasikan dengan Otoritas Jasa Keuangan.

Demikian pula sistem keamanan bertransaksi secara online yang dipakai juga sangat aman karena sistem yang dipakai ialah ke amanan transaksi online yang dipakai seluruh perbankan internasional.

Artha Arisandy, salah satu nasabah Cigna, mengapresiasi kemudahan membeli asuransi yang diberikan Cigna Indonesia. Dikatakan, dengan hanya bermodalkan ponsel, ia bisa membeli produk asuransi untuk keluarga nya dengan premi yang sangat terjangkau.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan premi asuransi jiwa terkontraksi 10% pada kuartal II 2020. Begitu juga dengan pertumbuhan premi asuransi umum dan reasuransi minus 2,3% pada periode yang sama.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan bahwa pertumbuhan premi asuransi secara umum inline (sejalan) dengan pertumbuhan kredit. “Jika kredit rumah naik, akan ada asuransinya. Kalau kreditnya tidak naik ya enggak ada yang diasuransikan,” katanya.

Secara keseluruhan bisnis asuransi akan memperoleh momentum pada saat ekonomi bergerak. (Ant/E-1)

BERITA TERKAIT