11 September 2020, 00:02 WIB

Tangkal Pandemi, STIN Buka Prodi Intelijen Medik


Ghani Nurcahyadi | Humaniora

KEPALA Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal (Purn) Budi Gunawan melakukan beberapa pembaruan di Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Bogor, Jawa Barat. 

Langkah itu diambil guna mewujudkan STIN sebagai Kampus yang bertaraf Internasional dan mampu menghadapi tantangan dan ancaman NKRI.

"Langkah-langkah pembaruan dimulai dengan pembaruan statuta STIN, pembaruan artefak gerbang utama Yuda Waskita sebagai simbol tempat didik para prajurit bayang-bayang dan prajurit perang pikiran sekaligus melambangkan STIN telah masuk ke era baru yang mampu menghasilkan insan-insan intelijen yang tangguh, hebat dan berkelas dunia," ujar Budi, Kamis (10/9). 

Dalam kaitan peningkatan kemampuan SDM, kata Budi, BIN telah melakukan pendidikan intelijen khusus rajawali tahun 2002 dengan pola baru untuk menyiapkan agen-agen prajurit intelijen 4.0 yang siap tempur, handal tangguh dan berkelas dunia sesuai dengan dinamika ancaman tugas ke depan.

"Semuanya itu merupakan simbol pembaruan STIN menuju institusi pendidikan berkelas dunia. Sebagai upaya antisipasi menghadapi pandemi covid-19," papar Budi.

Baca juga : BIN Kawal Wisata Aman Sesuai Protokol Kesehatan di Bali

Modernisasi STIN ini sendiri merupakan bagian dari untuk meningkatkan kemampuan SDM BIN dalam menghadapi dan mengatasi potensi ancaman yang membahayakan terhadap keselamatan dan keutuhan kedaulatan NKRI. 

Bahkan, Budi mengungkapkan bahwa, STIN juga membuat program studi baru, yakni Intelijen Medik. Hal ini merupakan pembelajaran sekaligus menjawab tantangan terjadinya Pandemi virus korona atau Covid-19 yang melanda Indonesia dewasa ini.

Budi berharap alumnus STIN nantinya akan siap dan mampu mencari jalan keluar apabila ancaman-ancaman pandemi kembali terjadi lagi di Indonesia. 

"STIN juga menambah program studi S2 di bidang intelijen medik yang akan dimulai pada akhir bulan September ini. Untuk menghadapi ancaman di masa depan seperti ancaman di bidang pandemi. Kemudian pada tahun 2021 akan dikembangkan lagi program studi baru S1 dan S2 intelijen cyber dan S2 intelijen ekonomi dan membuka program S3 ilmu intelijen strategis," terang Budi.

Budi juga membuka Area Kesatrian Bung Karno yang didampingi oleh Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Menpa RB Tjahjo Kumolo, Sekretaris Kabinet Pramono Anung,serta Megawati Soekarno Putri via virtual. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT