10 September 2020, 18:24 WIB

Program Australia-RI Dorong Pemberdayaan Perempuan di Tanah Air


mediaindonesia.com | Humaniora

PERAN perempuan dalam tatanan keluarga maupun masyarakat memiliki pengaruh signifikan terhadap kesejahteraan keluarga dan masyarakat di sekitarnya.

Menurut  Bank Dunia (2018), terdapat korelasi setara antara tingkat pendidikan dan kesehatan perempuan terhadap kualitas hidup anak yang dihasilkannya. Akan tetapi, diskriminasi terhadap perempuan masih kerap terjadi di Indonesia.

Perempuan masih terbatas aksesnya pada layanan dan perlindungan sosial, serta rentan terhadap kekerasan dan eksploitasi. Oleh karena itu, penguataan kepemimpinan perempuan di Tanah Air menjadi penting.

“Terdapat lima bentuk ketidaksetaraan gender yang terjadi yaitu stereotip terhadap perempuan dengan beban ganda dan marginalisasi ekonomi akibat konstruksi, subordinasi yang menganggap perempuan berkedudukan lebih rendah dibandingkan laki-laki, serta kekerasan terhadap perempuan yang terus meningkat,” kata Kate Shanahan, Team Leader MAMPU, dalam keterangan pers, Kamis (10/9) .

Perlu diketahui MAMPU adalah program inisiatif bersama antara pemerintah Australia (DFAT) dan Indonesia (Bappenas). Program ini mendukung pemerintah Indonesia dalam mencapai Target Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan membangun kepemimpinan dan pemberdayaan perempuan.

Dalam 8 tahun mendampingi perempuan Indonesia, menurut Kate,  MAMPU bersama mitranya, Institut KAPAL Perempuan, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) dan Yayasan Pekka mengajak lebih banyak perempuan Indonesia berkarya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa MAMPU juga menguatkan kepemimpinan perempuan melalui tagar #MajuPemimpinPerempuan  yang digunakan pada akun media sosial Facebook “Maju Pemimpin Perempuan” dan Instagram @MajuPemimpinPerempuan.

Selain Facebook dan Instagram, MAMPU juga menggelar kelas melalui media sosial Whatsapp serta lokakarya daring yang diselenggarakan melalui webinar Zoom dengan menghadirkan para pegiat di berbagai bidang.

Beberapa contoh kelas yang diadakan mengangkat topik keamanan digital dan kekerasan berbasis gender online (KBGO), literasi keuangan, hingga kelas bercocok tanam untuk pengembangan kebun keluarga.

“Kepemimpinan perempuan tidak hanya menjadi penting dalam upaya mendorong kesetaraan gender di tatanan masyarakat Indonesia, tetapi juga membuka lebih banyak akses bagi seluruh perempuan Indonesia,” jelas Kate.

“Sehingga mereka dapat menciptakan perubahan tidak hanya bagi dirinya sendiri tapi bagi sesama perempuan dan masyarakat di sekitarnya,” tambah Kate.

Menurut Kate, melalui kampanye digital #MajuPemimpinPerempuan, perjalanan dan hasil perjuangan para pemimpin perempuan akar rumput dirangkum dan diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak perempuan untuk dapat memimpin perubahan.

“Perempuan terus bersama-sama melanjutkan perjuangan, serta bahu-membahu menciptakan keadilan dan kesejahteraan di sekitarnya,” tuturnya. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT