10 September 2020, 16:35 WIB

ICW Harap KPK Gali Skandal Joko S Tjandra


Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum

INDONESIA Corruption Watch (ICW) berharap gelar perkara bersama yang akan digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung menjadi momentum bagi komisi antirasuah menggali lebih jauh kasus suap Joko Soegiarto Tjandra. 

Gelar perkara yang dipimpin KPK itu diharapkan bisa membongkar skandal yang melibatkan aparat penegak hukum itu.

"ICW berharap forum itu tidak hanya sekadar formalitas belaka, akan tetapi momentum itu harus dimanfaatkan oleh KPK untuk menggali informasi," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana, di Jakarta, Kamis (10/9).

ICW mengungkapkan ada tiga informasi yang perlu digali dalam forum gelar perkara itu. Pertama, terkait informasi petinggi Kejaksaan Agung yang diduga mengetahui pertemuan antara Jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Joko Tjandra.

Kedua, terkait alasan Joko Tjandra memercayai Pinangki dalam upaya pengurusan fatwa di Mahkamah Agung (MA). Ketiga, dugaan adanya oknum di MA yang memfasilitasi upaya pengurusan fatwa untuk Joko Tjandra tersebut

Kurnia melanjutkan ICW juga mendesak KPK untuk mengambil alih penanganan perkara Joko Tjandra. Pengambilalihan perkara, imbuh Kurnia, penting untuk menjamin independensi penanganan kasus tersebut lantaran melibatkan aparat penegak hukum.

"Publik sulit percaya terhadap objektivitas penanganan perkara jika penegak hukum A menangani perkara yang juga melibatkan oknum penegak hukum A," ujar Kurnia.

Baca juga : KPK Undang Bareskrim dan Kejagung untuk Gelar Perkara Joko Tjandra

KPK akan melakukan gelar perkara bersama Bareskrim Polri dan Kejaksaan Agung dalam kasus yang menjerat Joko Soegiarto Tjandra. Gelar perkara bersama yang rencananya digelar besok, Jumat (11/9), itu dilakukan komisi antirasuah dalam rangka supervisi.

"Sebagai pelaksanaan kewenangan koordinasi dan supervisi sebagaimana ketentuan UU, KPK mengundang pihak Bareskrim Mabes Polri dan Kejaksaan Agung untuk gelar perkara di KPK terkait perkara yang diduga melibatkan tersangka JST (Joko Soegiarto Tjandra) dkk," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis (10/9).

Kasus terkait Joko Tjandra kini ditangani Bareskrim Polri untuk perkara dugaan suap red notice dan surat jalan. Dalam perkara itu, Djoko Tjandra diduga menyuap dua perwira Polri yakni Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo.

Adapun Kejaksaan Agung menangani dugaan penerimaan suap jaksa Pinangki terkait upaya permintaan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) untuk Joko Tjandra. Selain Jaksa Pinangki, kasus upaya permintaan fatwa itu juga menjerat pengusaha Andi Irfan Jaya.

Ali Fikri mengatakan gelar perkara yang dilakukan besok akan dilakukan terpisah. Untuk gelar perkara bersama Bareskrim Mabes dilakukan pukul 9.00 WIB sedangkan dengan Kejaksaan Agung digelar pukul 13.30 WIB. (P-5)

BERITA TERKAIT