10 September 2020, 15:01 WIB

Pekan Depan, Dua SMP di Bandung Barat Lakukan KBM Tatap Muka


Depi Gunawan | Nusantara

DUA sekolah swasta di Kabupaten Bandung Barat mengajukan pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di tengah peningkatan kasus virus korona atau covid-19.

Kedua sekolah tersebut adalah SMP Islam Nurul Fikri Boarding School Lembang dan Bandung Alliance Interculture School (BAIS). Keduanya sudah mengajukan permohonan kepada Satgas Penanganan Covid-19.

"Kedua sekolah itu siap menggelar KBM tatap muka. Pihak sekolah juga sudah mengajukan kepada tim Satgas Covid-19," kata Kepala Bidang SMP pada Dinas Pendidikan Bandung Barat, Dadan Sapardan, Kamis (10/9).

Dadan mengatakan, pihaknya sudah memantau langsung melihat kesiapan sekolah jelang menggelar KBM. Pemeriksaan itu meliputi kesiapan kurikulum pembelajaran hingga kapasitas siswa yang mengikuti pembelajaran di dalam kelas.

Kedua sekolah juga mesti mengantongi persyaratan mutlak sebelum benar-benar siap menggelar KBM tatap muka yaitu surat pernyataan dari orangtua siswa. Kemudian guru yang berusia di atas 50 tahun tidak diperkenankan ikut serta dalam pembelajaran tatap muka.

"Namun tetap, untuk persetujuan rekomendasi pembukaan sekolah menjadi kewenangan Satgas Penanganan Covid-19 dengan melihat pertimbangan hasil pengecekan dari Dinas Pendidikan maupun Dinas Kesehatan," ujarnya.

Baca juga: KBM Tatap Muka di Kota Tasikmalaya Terancam Batal

Kepala SMP Islam Nurul Fikri Boarding School Lembang Aris Firmansyah menjelaskan alasan pertama pihaknya berani membuka kegiatan KBM tatap muka karena ingin menciptakan tujuan pendidikan serta menanamkan karakter terhadap para siswanya.

"Karena pendidikan karakter itu sulit didapatkan jika kita hanya mengandalkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring. Rencananya, insyaAllah kita buka KBM tatap muka ini pada hari Senin (14/9) mendatang," ucap Aris.

Alasan kedua, karena dorongan orangtua, menurut dia, para orangtua siswa merasa keteteran harus mengajarkan anak diterapkan belajar daring. Mereka wajib membagi waktu dengan bekerja sehingga meminta sekolah untuk melaksanakan KBM tatap muka.

"Sampai saat ini sudah ada 30 orangtua siswa gelombang pertama yang setuju dan membuat surat pernyataan. Nanti gelombang kedua rencananya bulan Oktober, khusus bagi kelas VII dan VIII," ungkapnya.

Untuk menjaga lingkungan sekolah dari ancaman penyebaran covid-19, pihaknya sudah mengadakan tes kepada seluruh perangkat sekolah, termasuk juga 30 siswa yang akan mengikuti kegiatan KBM dan saat ini telah dikarantina.

"Kita sudah siap, fasilitas protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer hingga wajib mengenakan masker. Di dalam kelas juga sudah diberi jarak 1,5 meter antarsiswa, aturan guru saat mengajar juga diperketat, bahkan setiap tamu yang datang wajib di-rapid test," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT