10 September 2020, 14:52 WIB

1.467 Data Covid-19 dari Pusat tak Ditemukan di Kota Semarang


Akhmad Safuan | Nusantara

PEMERINTAH Kota Semarang membantah jadi daerah tertinggi kasus covid-19 aktif. Hasil klarifikasi ada 1.467 data di pusat yang tidak ditemukan di data Pemda, sehingga terjadi selisih cukup jauh.

"Kami sudah lakukan klarifikasi ke pusat, ternyata ada ribuan data di pusat yang tidak ditemukan di daerah, sehingga tidak benar Kota Semarang tertinggi covid-19 aktif secara nasional," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam.

Sejak ada perbedaan data yang mencolok pada 31 Agustus 2020, Dinkes Kota Semarang telah melakukan pengecekan data secara keseluruhan baik kasus aktif maupun kasus probabel.

Berdasarkan data dari pusat dalam bentuk excel, ungkap Hakam, maka dilakukan verifikasi satu-persatu, hasilnya dari 2.600 lebih data dari pusat, ada 1.467 data tidak ditemukan di daerah dan ada data yang discarded sebanyak 56 namun tercatat di pusat masih akti.

"Data yang aktif di Kota Semarang ada 216," imbuhnya.

Selain itu, dari hasil verifikasi antara data pusat dan Kota Semarang, lanjut Hakam, juga ditemukan 927 kasus nonaktif yang masih dihitung aktif di pusat serta ditemukan data ganda dan data hasil laboratorium yang masih kosong.

"Kami berharap petugas di pemerintah pusat bisa kroscek data ke daerah. Sehingga diharapkan data yang disampaikan valid," tutur Abdul Hakam.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan untuk melakukan klarifikasi data yang disampaikan pusat, karena ada data berbeda dan temuan-temuan kurang pas dengan data di Pemkot Semarang.

Baca juga: Wali Kota Semarang Minta Sinkronisasi Data Covid-19 Pusat & Daerah

Berdasarkan data itu, kata Hendrar Prihadi, maka dapat disimpulkan bahwa tidak benar Kota Semarang covid-19 aktif tertinggi, karena data yang ada hanya berkisar 500-an hingga saat ini.

"Makanya saya kaget dan langsung minta kepala dinas saya lakukan verifikasi dan klarifikasi," ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan data terbaru Kamis (10/9), diperoleh dari Dinkes Kota Semarang, kasus covid-19 secara total masih 535 orang dirawat yakni 372 orang warga Kota Semarang dan 163 orang warga luar kota.(OL-5)

BERITA TERKAIT