10 September 2020, 13:55 WIB

MTQ Sumut Dilengkapi Bilik Kaca Kedap Suara ber AC


Yoseph Pencawan | Nusantara

PARA kafilah menilai arena MTQ Sumut kali ini menjadi salah satu yang terbaik dari sebelum-sebelumnya. Terutama dengan adanya bilik kaca tempat qori dan qoriah tampil.

Ornamen khas Melayu pada bilik kaca itu pun menjadi daya tarik sendiri dan cukup menonjol sehingga dengan mudah menarik perhatian pengunjung.

Bilik kaca tersebut cukup kedap suara sehingga membantu qori dan qoriah berkonsentrasi melantunkan ayat-ayat suci Al Quran karena tidak terganggu suara dari luar.

Posisi tempat qori dan qoriah tampil juga berada cukup jauh dari penonton sehingga mereka yang tampil merasa lebih nyaman dan tidak terganggu suasana sekelilingnya.

"Tempatnya bagus, nyaman untuk kami tampil. Di dalam juga ada AC-nya. Ini tempat yang saya rasa paling bagus dari MTQ tingkat provinsi sebelumnya yang pernah saya ikuti," kata As'ad Saifullah, Kafilah dari Kabupaten Pakpak Bharat.

As'ada merupakan salah satu peserta Cabang Hifzil Quran 10 Juz. Kafilah lain di cabang yang sama, Syifa Harsa, melontarkan kesan serupa. Dia merasa nyaman dengan arena MTQ Sumut ke-37 ini.

"Tempatnya bagus dan nyaman, sound-nya juga bagus. Tapi karena ini pengalaman pertama saya di tingkat provinsi jadi saya tidak bisa membandingkannya dengan MTQ sebelumnya," kata Kafilah yang berasal dari Kabupaten Samosir itu.

Pada arena MTQ Sumut ini terdapat 10 venue yang tersebar di beberapa lokasi di Kota Tebingtinggi, tetapi jaraknya tidak terlalu jauh dari Arena Utama (Astaka) di Lapangan Merdeka, Jalan Sutomo Tebing Tinggi.

Sebanyak 107 stan pameran juga turut memeriahkan MTQ ini. Mulai dari stan pemprov dan kabupaten/kota se-Sumut, stan BUMN, BUMD dengan total 80 stan dan sisanya stan dari OPD-OPD Pemkot Tebing Tinggi.

Mereka memamerkan berbagai barang, mulai dari hasil kerajinan tangan, aneka jajanan dan kuliner tradisional, oleh-oleh, hingga teknologi dan hasil produk pertanian.

Seperti yang dipamerkan stan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkot Tebingtinggi. Di stan ini terdapat pisang kepok berukuran cukup besar. Pisang ini mampu menghasilkan 15-18 sisir per tandan dengan besar buahnya rata-rata 10 cm.

Selain itu ada juga singkong dengan umbi yang cukup besar, mencapai 25-30 kg per batang. Singkong ini merupakan hasil dari teknik vegetatif, yakni menyambungkan singkong karet untuk bagian atas dan singkong roti pada bagian bawah. (OL-13)

 

BERITA TERKAIT