10 September 2020, 12:50 WIB

Warga Tidak Pakai Masker Wajib ke Sungai Bersihkan Sampah


Widjajadi | Nusantara

WARGA terjaring tidak menggunakan masker saat operasi yustisia oleh Polresta Surakarta, dipastikan harus nyemplung sungai untuk kerja bakti membersihkan sampah sungai selama 15 menit atau 30 menit .

"Hukuman itu kalau yang bersangkutan melanggar lebih dari satu kali. Bahkan pedagang pasar tradisional yang melanggar sampai tiga kali, maka SHP (surat hak penempatan) pedagang di pasar dicabut," tegas Wali Kota Surakarta  FX Hadi Rudyatmo saat menyambut acara pembagian 100 ribu masker, sekaligus kampanye jaga jarak dan menghindar kerumunan yang dipusatkan di Pasar Gede Solo, Kamis (10/9).

Dia mengatakan, penegakan disiplin untuk bermasker dan menjauhi kerumunan berikut mencuci tangan dengan sabun ini berlaku bagi siapa pun, tidak pandang bulu atau status. 

"Saya pun kalau sampai terpergok tidak bermasker saat ada operasi yustisi, ya harus ikut nyemplung dan bersih bersih sungai," ujar Rudy menjawab mediaindonesia.com di sela-sela pembagian masker.

Pembagian masker secara serentak di depan Pasar Gede itu menjadi bagian ketegasan Polresta Surakarta dan Pemkot Surakarta dalam penegakan Inpees No 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.

Pembagian masker ini diikuti oleh dua bakal pasangan calon (paslon) kontestan Pilwalkot Surakarta 9 Desember 2020, yakni Gibran Rakabuming Raka - Teguh Prakosa yang diusing PDIP dengan dukungan 7 koalisi parpol, serta Bagyo Wahyono-FX Supardjo yang merupakan pasangan perseorangan yang diusung ormas Tikus Pithi Hanata Baris.
Bahkan dalam acara pembagian masker dan kampanye jaga jarak dari kerumunan, dua bakal paslon untuk kontestasi Pilwalkot itu juga membacakan deklarasi, perlunya penegakan Inpres 6 Tahun 2020.

baca juga: Peningkatan Kasus Covid-19 di Bali dari Klaster Keluarga dan Agama

Mereka juga menegaskan, bersama pendukung siap menerapkan adaptasi kebiasaan baru untuk patuh melaksanakan protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid-19.

"Juga bergotong royong, berkolaborasi dan bersatu melawan covid-19. Dengan berdisiplin patuh untuk membudayakan bermasker," teriak dua bapaslon itu kompak di tengah panggung.

Para perwakilan koalisi parpol pendukung Gibran-Teguh dan juga Tikus Pithi untuk pengusung Bagyo-Supardjo (Bajo) juga kompak berteriak "Ayo pakai masker, kesehatan pulih ekonomi bangkit, yesss."

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan pembagian masker serentak ini menjadi maklumat Kapolri dalam rangka percepatan penanganan covid 19 dan sekaligus pemulihan ekonomi nasional.

Secara keseluruhan, Polri membagikan 5,7 juta masker. Untuk Polresta Surakarta mengeluarkan 100 ribu masker untuk dibagikan kepada masyarakat, yang secara simbolis diserahkan kepada dua bapaslon Pilwakot, untuk kemudian dibagian ke masyarakat dan juga pedagang tradisional.

Pada bagian lain, Wali Kota Rudy tiada henti menggelorakan semangat gotong royong kepada masyarakat untuk percepatan penanganan wabah covid-19. 

"Gotong royong ini tidak harus ikut mengeluarkan dana, tapi mengingat kepada warga yang tidak patuh dan disiplin dalam bermasker, juga sudah merupakan bentuk budaya gotong royong," pungkasnya. (OL-3)

BERITA TERKAIT