10 September 2020, 12:05 WIB

IDI Dukung Penerapan PSBB Total di Jakarta


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Mohammad Faqih menyambut positif penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) total di Jakarta. Menurut Daeng, PSBB memang bisa efektif untuk mengurangi penularan covid-19 bila dilakukan dengan tegas dan optimal.

"PSBB ini bukan hanya semata-mata untuk melindungi tenaga medis ya, tetapi juga masyarakat. Kita tahu penularan di Jakarta ini sehari sudah seribuan dan positivity rate mencapai 13%. Padahal WHO kan menstandarkan agar positivity rate itu kurang dari 5%," kata Daeng, Kamis (10/9).

Menurut data Pemerintah Provinsi DKI, jika PSBB total tak dilakukan, kapasitas rumah sakit (RS) akan penuh pada 15 September.

Baca juga: PSBB Total di Jakarta Dinilai Kurang Efektif

"Saat ini keterisian ICU saja sudah 80%. Lalu keterisian ruang rawat isolasi 70% sekian. Memang kalau tidak, ya lama-lama bisa penuh apalagi penambahan kasus harian sudah seribuan," ujar Daeng.

Jika tak segera ditarik rem darurat, lanjutnya, kapasitas RS akan penuh. Akibatnya warga yang sakit tak bisa ditampung di RS. Hal ini yang dikhawatirkan masyarakat.

"Kasihan saudara-saudara kita yang nanti sakit, tapi tidak bisa dirawat karena RS penuh. Ujungnya angka kematian bisa saja meningkat," papar Daeng.

Ini secara umum, imbuhnya, menjaga kapasitas pelayanan. "Jadi, bukan hanya sekadar melindungi nakes (tenaga kesehatan) agar tidak jadi korban. Tapi memang dengan kondisi saat ini, beban kerja nakes lebih berat. Maka secara keseluruhan, kondisi ini harus dijaga," pungkasnya. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT