10 September 2020, 11:01 WIB

Luhut Sebut Pembangunan Jalan Tol Serap Banyak Tenaga Kerja


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan pembangunan jalan tol bisa menyerap tenaga kerja di tengah pandemi covid-19.

Namun, ia tidak menyebutkan detail berapa banyak tenaga yang terlibat dalam proyek pembangunan tol di beberapa wilayah.

“Pembangunan jalan tol akan menggerakkan aktivitas ekonomi, antara lain penjualan semen, baja, dan bahan baku lainnya. Selain itu, konstruksi jalan tol akan menyerap banyak tenaga kerja," jelas Luhut dalam keteranganya saat penandatanganan proyek Jalan Tol Solo-Yogyakarta-New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulon Progo, Jakarta, Rabu (9/9).

Baca juga: Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Bakal Beroperasi di 2024

Luhut juga mengatakan perencanaan pembangunan jalan tol harus matang, mulai dari desain, kualitas pekerjaan hingga pengawasannya.

"Banyak investor yang tertarik pada industri di Indonesia, sehingga kita harus menepati apa yang dijanjikan kepada para investor agar mereka merasa nyaman dengan kita," jelas Luhut.

Kemenko Marves, sebutnya, akan mendukung penuh proyek yang direncanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yang bakal merealisasi investasi sebesar Rp100 triliun hingga akhir tahun untuk proyek-proyek pembangunan jalan tol.

"Kami selalu siap membantu percepatan pembebasan lahan proyek jalan tol. Dengan berbekal pengalaman 5 tahun sebelumnya, proses percepatan pembebasan lahan dapat dilakukan, semua pihak yang terlibat harus perhatikan sesuai aturan, administrasinya harus tertib," pungkas Luhut.

Untuk pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarya-NYIA Kulonprogo yang memiliki panjang 96,57 Km dengan nilai investasi sebesar Rp26,6 triliun memiliki masa konsesi selama 40 tahun.

Jalan tol ini ditargetkan akan dioperasikan secara bertahap pada 2023 dan akan beroperasi penuh pada 2024. (OL-1)

BERITA TERKAIT