10 September 2020, 10:49 WIB

Sehari Bertambah 74 Orang Positif, Covid-19 di Depok Melonjak


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

KASUS positif terinfeksi virus korona atau covid-19 di Kota Depok melonjak. Berdasarkan data terakhir per Rabu (9/9), ada 2.613 kasus positif covid-19 di Kota Depok, bertambah 74 kasus. Sedangkan data hari Selasa (8/9) kasus positif covid-19 di Kota Depok masih di angka 2.539 orang.

Selain kasus positif covid-19, kasus meninggal dunia juga kembali melonjak. Jumlah kasus meninggal dunia di Kota Depok sampai saat ini mencapai 92 orang, bertambah 3 orang dari 89 orang.

Sementara itu, kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah 10 orang dari 1.762 orang menjadi 1.772 orang. Kasus Orang Tanpa Gejala atau OTG bertambah 10 orang dari 4.516 orang menjadi 4.526 orang.

Paling mencolok adalah kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP), penambahannya mencapai 191 orang dari 4.516 orang menjadi 4.707 orang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok Hardiono tak menampik adanya lonjakan kasus covid-19 di wilayahnya. Menurut dia, beberapa hari terakhir kasus positif, meninggal dunia, PDP, ODP, hingga OTG di Kota Depok terjadi lonjakan hebat.

Baca juga:  Covid-19 Meroket, Situs Informasi Depok tak Bisa Diakses

Hal ini dibuktikan dengan banyaknya masyarakat yang terpapar covid-19 dan meninggal dunia.

"Penambahan kasus ini merupakan terhebat penularannya sejak wabah covid-19 menghinggapi Kota Depok pada Maret lalu," kata Hardiono dihubungi Kamis (10/9).

Dikatakan dia, penambahan jumlah kasus di Kota Depok terjadi di sejumlah wilayah di 11 kecamatan dan 63 kelurahan. Kata Hardiono, kasus bertambah karena banyak masyarakat yang tidak mengikuti protokol kesehatan lagi. Padahal, sifat virusnya menular.

"Ini perlu dipahami dan harus sadar virus adalah makhluk yang tidak dapat terlihat dengan kasat mata," ujarnya.

Guna memutus rantai penularan virus covid-19 di Kota Depok, Pemerintah Kota Depok harus gotong royong bersama masyarakat menaati aturan yang telah dibuat agar dijalankan.

"Apa guna diterbitkan peraturan kalau peraturan tersebut hanya di atas kertas," jelas Sekda yang berprofesi sebagai dokter itu.

Hardiono menambahkan seharusnya semua kantor di lingkup Balai Kota ditutup karena Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus), Dinas Badan dan Lembaga (Dibaleka) 2, Kantor Pemberdaayan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Kantor Bagian Layanan Pengadaan (BLP) dan Gedung Balai Kota, sudah ada yang positif covid-19.

"Selaku Sekda di Kota Depok, saya usulkan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok semua kantor-kantor harus ditutup. Kebijakan jangan setengah-setengah," pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT