10 September 2020, 10:35 WIB

Polri Sebut Angka Kejahatan Turun 1,68 Persen


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

Bareskrim Polri menyebut terjadi penurunan angka kejahatan sebanyak 78 kejadian atau 1,68 persen pada minggu ke-36 tahun 2020 dibandingkan minggu ke-35 tahun 2020. Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono menerangkan 4.649 kejadian kejahatan terjadi pada minggu ke-35 dan minggu ke-36 sebanyak 4.571 perkara.

Tak hanya itu, Awi mencatat 5 kasus kejahatan konvensional yang kerap terjadi pada medio minggu ke-35 dan 36. "Jumlah terbesar adalah kasus narkoba. Sebanyak 580 kejadian," papar Awi di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (10/9).

Selanjutnya, kasus pencurian dengan pemberatan sebanyak 490 kasus, penggelapan 320 kasus, curanmor dengan 85 kasus dan 91 kasus pencurian dengan kekerasan. Jenis kejahatan ini mengalami penurunan dari minggu sebelumnya.

Baca juga: Polri Sebut Angka Kejahatan Melonjak 4,49%

“Kejahatan konvensional, minggu ke-35 sebanyak 3.899, sedangkan pada minggu ke-36 sebanyak 3.902. Terjadi kenaikan 3 kejadian atau 0,08 persen,” ujar Awi.

Awi juga menyebut terjadi penurunan pada kejahatan transnasional. Pada minggu ke-35 ada 707 kejadian, lalu minggu ke-36 ada 604 kejadian. Artinya ada penurunan 103 kejadian atau 14.57 persen.

Selanjutnya, kejahatan berimplikasi kontijensi sebanyak 1 kasus di minggu ke-35. Namun, pada minggu ke-36 tidak mengalami kenaikan atau penurunan.

Sementara kejahatan yang meningkat berkaitan dengan kejahatan terhadap kekayaan negara. “Kejahatan terhadap kekayaan negara, minggu ke-35 sebanyak 42, sedangkan minggu ke-36 sebanyak 64. Terjadi kenaikan 22 kejadian atau 52,38 persen,” ucap Awi. (OL-14)

 

BERITA TERKAIT