10 September 2020, 09:41 WIB

PSBB Total akan Mudahkan Pengawasan


Theofilus Ifan Sucipto | Megapolitan

PENERAPAN pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta dinilai bakal memudahkan pengawasan. Sehingga tujuan mencegah penyebaran covid-19 efektif.

"Kalau kembali ke PSBB sudah enak. Ruang lingkupnya diperkecil untuk memutus mata rantai covid-19," kata Wakil Ketua Fraksi NasDem Nova Harivan Paloh, Kamis (10/9).

Nova mengatakan peraturan PSBB sudah jelas yakni bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Karenanya, aparat keamanan seperti satuan polisi pamong praja (Satpol PP) lebih mudah menegur masyarakat yang di luar rumah.

Baca juga: PSBB Diperketat, DPRD DKI Sarankan Jakarta Berlakukan Jam Malam

Artinya, kata Nova, fokus Pemprov DKI saat ini harus betul-betul mengawasi masyarakat. Dia mendorong aparat keamanan disebar ke seluruh wilayah di Jakarta.

"Dicek satu per satu (protokol kesehatan) dijalankan atau tidak," ujar Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI itu.

Nova menilai tidak ada alasan Pemprov DKI mengendurkan pengawasan dan penegakan hukum. Sebab, dasar hukumnya sudah jelas dan krisis kesehatan di Ibu Kota harus segera ditangani.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberlakukan PSBB total mulai Senin (14/9). Alasannya, kapasitas tempat tidur isolasi pasien covid-19 semakin menipis.

Saat ini, terdapat 4.053 tempat tidur isolasi dengan persentase pemakaian sebesar 77%. Sedangkan, jumlah tempat tidur ICU sebanyak 528, persentase pemakaian sebesar 83%. Data ini diambil dari 67 rumah sakit (RS) rujukan pada Minggu (6/9).

"Data yang kita miliki, 17 September tempat tidur yang kita miliki akan penuh dan habis itu tak mampu menampung lagi," kata Anies dalam konferensi pers, Rabu (9/9). (OL-1)

BERITA TERKAIT