09 September 2020, 22:18 WIB

Covid-19 Meroket, Situs Informasi Depok tak Bisa Diakses


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

HARI ini, laman informasi yang disediakan oleh Pemerintah Kota Depok tidak bisa diakses ke publik. Belum tahu apa penyebabnya, namun diduga karena angka kasus covid-19 meroket.

Sekretaris Daerah Kota Depok Hardiono mengatakan, tidak tahu mengapa website covid-19 tersebut tidak aktif dan tidak bisa diakses ke publik.

" Saya telah tanyakan ke Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok. Namun pesan singkat yang dikirimnya ke Diskominfo melalui Whatsaap (WA) hingga sekarang tak dibalas-balas, " kata Hardiono, saat dihubungi Rabu (9/9) pukul 19.55 WIB.

Hardiono mengatakan dia menghubungi Diskominfo guna mencari tahu kenapa laman covid-19 tidak diaktifkan. " IT-nya Diskominfo, " ujarnya.

Menurut Hardiono Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19-nya, menyediakan situs web yang bisa diakses masyarakat untuk memantau perkembangan kasus Cobid-19 di Kota Depok.

Situs untuk memantau kasus virus covid-19 di Kota Depok tersebut adalah https:// depok.go.id/

Baca juga : Kasus Covid-19 Jakarta Hampir 50 Ribu

Dengan melalui situs tersebut, sambung dia, masyarakat bisa melihat jumlah orang terkonfirmasi positif, orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), orang tanpa gangguan (OTG) serta jumlah korban meninggal dunia. Akibat tidak diaktifkannya situs covid-19, publik tidak bisa mengetahui perkembangan covid-19.

" Publik Kota Depok tidak tahu perkembangan covid-19 dan penanganannya, " paparnya.

Seperti diketahui, data terakhir per Selasa (8/9), ada 2.539 kasus positif covid-19 di Kota Depok. Sebanyak 89 orang meninggal dunia. Sebanyak 4.706

Orang Dalam Pemantauan (ODP), 4.516 Orang Tanpa Gejala (OTG), 1.762 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Penambahan jumlah kasus terjadi di sejumlah daerah kelurahan. Kota Depok memiliki 63 kelurahan dan 11 kecamatan. (OL-2)

 

 

BERITA TERKAIT