09 September 2020, 13:50 WIB

Tarik Wisatawan di Masa AKB Lewat Film


Bayu Anggoro | Nusantara

RODA perekonomian masyarakat harus tetap berjalan meski pandemi covid-19 belum berakhir. Salah satunya dengan menggairahkan sektor pariwisata agar dapat kembali menggaet wisatawan.

Hal itulah yang menjadi alasan bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam membuat film televisi bertemakan budaya dan wisata yang akan tayang di salah satu stasiun televisi swasta di Tanah Air, Minggu (13/9) pukul 10.00 WIB. Asisten Daerah Setda Provinsi Jawa Barat, Dudi Sudrajat, berharap film televisi yang berjudul Kabayan Saba Megapolitan itu bisa kembali mengangkat potensi pariwisata di daerahnya khususnya Curug (air terjun) Malela yang berada di Kabupaten Bandung Barat.

Baca juga: Kemenparekraf Susun Langkah Percepatan Pemulihan Pariwisata

Pada kondisi normal, menurutnya lokasi wisata tersebut cukup ramai dikunjungi wisatawan lokal. "Kami berharap di saat pandemi ini, curug Malela kembali ramai oleh wisatawan," kata Dudi di Bandung, Rabu (9/9).

Selain itu, melalui penayangan ftv yang pembuatannya bekerjasama dengan Aria Production ini, dia berharap semakin banyak masyarakat dari provinsi lain yang mengetahui keberadaan air terjun tersebut. "Sehingga suatu saat mereka bisa menjadwalkan untuk berkunjung ke situ," ujarnya.

Lebih lanjut Dudi katakan, melalui ftv ini dia berharap masyarakat khususnya generasi muda tidak melupakan sosok Kabayan yang lekat dengan budaya Sunda. "Kini Si Kabayan sosok yang cerdas, produktif, jujur. Jadi untuk memotivasi anak-anak milenial dengan cara baru dan pemikiran baru," katanya.

Di tempat yang sama, Eksekutif Produser Aria Production, Pamriadi, menuturkan, film inipun memiliki pesan penting lainnya yaitu mengajak masyarakat agar terhindar dari praktik perdagangan manusia. Ftv berdurasi 60 menit in menceritakan adanya upaya jual beli manusia terutama terhadap perempuan yang akan dikirim ke luar Pulau Jawa.

"Jadi masyarakat juga paham jika nanti menghadapi upaya-upaya human trafficking. Agar mereka tidak terperdaya," katanya seraya menyebut pembuatan ftv ini dilakukan sebelum covid-19. (BY/A-1)

BERITA TERKAIT