09 September 2020, 21:23 WIB

Pendapatan 91 Persen Warga Batu Malang Turun Drastis


Bagus Suryo | Nusantara

Pendapatan warga di Kota Batu, Jawa Timur, menurun drastis akibat terdampak pandemi covid-19. Hal itu terungkap dari hasil survei pendapatan tingkat keluarga untuk pengkajian kebutuhan pascabencana covid-19.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Batu Suhartono, Rabu (9/9), menyatakan survei dilakukan 20 Juli 2020 sampai 19 Agustus 2020.

Responden yang disurvei sebanyak 379 orang, 228 pria dan 151 perempuan. Hasilnya, sebesar 91% responden mengaku kondisi ekonominya merosot. "Sebanyak 91% responden mengaku penghasilannya turun. 8% tidak terpengaruh dan 1% tidak menjawab," tegasnya.

Yang paling terdampak ialah 34% kepala keluarga perempuan. Adapun 59% responden memiliki anggota keluarga sebanyak 3 orang sampai 5 orang. Pendidikan mereka mulai lulus SD, SMP, SMA sampai perguruan tinggi.

Sedangkan pekerjaan kepala keluarga yang disurvei merata mulai pekerja swasta, petani, pedagang sampai aparatur sipil negara, TNI dan Polri.

Hasil survei mengungkapkan 50% responden mengaku pendapatan keluarga tadinya Rp2,5 juta per bulan, sejak wabah covid-19 turun rata-rata Rp500 ribu sampai Rp1,5 juta per bulan. Adapun keluarga yang pendapatannya turun di atas Rp1,5 juta mencapai 30%.

Suhartono menjelaskan keluarga yang pendapatannya turun itu semula suami dan istri bekerja, setelah wabah covid-19 yang bekerja hanya satu orang. Bahkan ada yang keduanya tidak bekerja alias menganggur. Sebagian besar responden mengaku sumber cadangan keluarga juga terganggu. Untungnya ada tabungan bisa untuk menutup kebutuhan keluarga.

Mereka yang terdampak covid-19 berharap ada bantuan dari pemerintah. Bantuan untuk pemulihan ekonomi dan usaha yang diharapkan itu mulai bantuan peralatan, permodalan, keterampilan, pelatihan, pemulihan UMKM dan pemasaran. Selain itu, warga meminta bantuan kebutuhan hidup dasar berupa sembako.

Secara rinci, lanjutnya, sebanyak 60% responden minta bantuan modal. Stimulus itu berupa kemudahan kredit dan pinjaman lunak. Sebanyak 10% responden minta akses pasar seperti sebelum pandemi, 11% butuh keterampilan, 8% minta bantuan peralatan, 2% tidak menjawab dan 1% menjawab lain-lain.

Menurut Suhartono, survei dilakukan sebagai dasar bertindak dan untuk mengambil kebijakan. Hasil survei itu nantinya diteruskan kepada organisasi perangkat daerah dalam upaya pemulihan ekonomi. "Harapan kami OPD segera menindaklanjuti," pungkasnya. (OL-12)

BERITA TERKAIT