09 September 2020, 21:15 WIB

Dua Rumah Sakit Nyatakan Ratu Ati Negatif Covid-19


Wibowo Sangkala | Nusantara

BAKAL calon Wali kota Cilegon, Ratu Ati Matliati diisukan positif Covid-19 setelah mengikuti tes swap di RSUD Cilegon. Kabar itu dibantah langsung oleh Ratu Ati. Bahkan dia menunjukkan hasil tes swab di dua rumah sakit yang menunjukkan negatif Covid-19.

"Saya alhamdulillah sehat-sehat saja, saya juga sempat kaget ada isu itu. Hasil tes di dua rumah sakit hasilnya negatif. Yakni Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) dan Rumah Sakit Siloam pada Selasa, 8 September 2020, dinyatakan negatif," ujar Ati, Rabu (9/9).

Adanya isu tersebut, kata Ratu Ati, membuatnya kaget, sehingga dirinya langsung melakukan tes swab untuk memastikan kebenarannya.

Padahal, ungkap Ratu Ati, sebelum mendaftar sebagai calon wali kota di KPU pada 4 September 2020 lalu, dirinya telah melakukan tes swab dan dinyatakan negatif Covid-19.

"Makanya saya menunda tidak ikut tes kesehatan, supaya kita punya data yang jelas. Karena saya sendiri pun tidak punya gejala apa-apa. Dan hasil yang di dapat di RS Krakatau Medika itu alhamdulillah dinyatakan negatif begitu juga yang dari RS Siloam,itu juga dinyatakan negatif," jelas Ati.

Hasil tes swab yang di dapat dari RSKM dan RS Siloam itu, jelas Ratu Ati, langsung diberitahukan dan dikordinasikan oleh timnya ke tim pemeriksa kesehatan RSUD dan KPU Cilegon.

"Hasil swab dari dua rumah sakit tersebut sudah disampaikan ke KPUD Cilegon," tambah Ati.

Ratu Ati berharap, KPU dan RSUD Cilegon dapat berlaku adil dalam pelaksanaan Pilkada Cilegon. "Saya berharap KPUD Cilegon bisa berlaku adil karena saya punya hak yang sama dengan warga negara yang lain. Saya sudah melakukan tes yang sama, dan bisa mengikuti tahapan selanjutnya, " ujar Ati.

Sebelumnya, Ketua KPU Cilegon, Irfan Alfi dalam konferensi pers yang digelar di Kantor KPU pada Selasa (8/9/2020) sekitar pukul 23.00 WIB, menyatakan adanya satu calon wali kota yang terdeteksi terkonfirmasi Covid-19 yakni Ratu Ati Marliati.

Hal tersebut, kata Irfan, berdasarkan keterangan dari tim pemeriksa kesehatan rumah sakit, hadir disini Ketua Tim Pemeriksa Rumah Sakit, Dr.Didiet Pratignyo, dan IDI Cilegon.

"Kasus ini bukan hanya terjadi di Cilegon, tapi dari seluruh Indonesia, sudah hampir 37 kasus. Ini tidak berimplikasi secara otomatis untuk membatalkan calon, tapi nanti ada fase dan tahapan untuk beristirahat atau isolasi mandiri, sampai dinyatakan negatif untuk kemudian dapat dilakukan pemeriksaan kesehatan," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Dua Bakal Calon Pilkada Sulsel Positif Covid-19

BERITA TERKAIT