09 September 2020, 15:10 WIB

Perlu Kolaborasi Semua Pihak untuk Pulihkan UMKM


Bayu Anggoro | Nusantara

PEMULIHAN ekonomi khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sangat diperlukan pada masa pandemi seperti saat ini. Upaya itu pun harus dilakukan semua pihak dan tidak hanya mengandalkan pemerintah.

Menurut CEO Rumah Zakat Nur Efendi, perlu kolaborasi dari semua pihak dalam membantu pemulihan ekonomi di masa resesi ini. "Penting untuk kita saling gotong royong, berkolaborasi untuk bersama atasi krisis ini," katanya di Bandung, Rabu (9/9).

Baca juga: Insentif Pajak UMKM Minim Dimanfaatkan, Sosialisasi Digencarkan

Sebagai contoh, dia menyebut pihaknya meluncurkan program Kolaborasi Kebaikan melalui dana zakat, infaq, sodakoh, dan wakaf yang terkumpul. Dana dari para muzakki ini disalurkannya dalam berbagai bentuk pemberdayaan dan pemulihan ekonomi seperti wakaf UMKM, sahabat kebaikan, hingga qurban.

Dia menjelaskan, wakaf UMKM merupakan optimalisasi dana wakaf untuk membantu para pelaku UMKM dengan tetap memperhatikan aturan syariah dari wakaf. Saat ini, pihaknya telah menyaluran bantuan wakaf kepada 1.204 UMKM yang tersebar di 24 kabupaten/kota.

"Targetnya dapat membantu 50.000 UMKM melalui dana wakaf," ujarnya. Dia menambahkan, UMKM memiliki pangsa sekitar 99% atau lebih dari 60 juta unit dari total keseluruhan pelaku usaha di Indonesia.

"Kini ada banyak UMKM yang terdampak pandemi covid-19. Maka membantu UMKM yang merupakan tulang punggung negara sama dengan membantu perekonomian bangsa," katanya.

Adapun sahabat kebaikan merupakan program yang sejalan dengan agenda padat karya yang diinisiasi pemerintah sebagai upaya menurunkan angka pengangguran akibat terdampak pandemi covid-19. Melalui cara ini, Rumah Zakat mengajak masyarakat menjadi bagian dalam melakukan sosialisasi, edukasi, dan penghimpunan dana ziswaf untuk disalurkan kepada mereka yang terdampak covid-19 melalui program pemberdayaan.

"Berdasarkan hasil penelitian, setiap Rp1 miliar zakat yang berhasil dihimpun akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,12%," katanya.

Namun, lanjut dia, dari potensi zakat nasional sebesar Rp233,8 triliun, baru 4,3% yang terhimpun pada 2019. "Baru sekitar Rp10triliun. Adanya sahabat kebaikan diharapkan mampu mengoptimalkan penghimpunan dana ziswaf sehingga kita dapat turut menggerakkan ekonomi Indonesia," jelasnya. (BY/A-1)

 

BERITA TERKAIT