09 September 2020, 12:15 WIB

Agen Profesional Salah Satu Kunci Literasi Asuransi


Eni Kartinah | Ekonomi

TENAGA pemasar atau agen asuransi idealnya tidak sekadar menjual produk untuk mengejar komisi. Ia harus mampu membantu masyarakat memahami dan mendapatkan perlindungan asuransi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhannya. Untuk itu, program peningkatan kualitas tenaga pemasar asuransi penting untuk terus dilakukan agar masyarakat.

Chief Agency Officer Prudential Indonesia, Rusli Chan, mengatakan, agen asuransi merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan literasi masyarakat tentang asuransi. Karenanya, ia harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Ia mencontohkan di Prudential Indonesia,  pihaknya selalu berupaya meningkatkan kualitas agen melalui berbagai program. Salah satu targetnya, agar semakin banyak agen yang memiliki status anggota Million Dollar Round Table (MDRT).

Baca juga: Inovasi Perusahaan Asuransi di Tengah Pandemi

MDRT merupakan asosiasi global independen yang beranggotakan para insan profesional asuransi jiwa dan jasa keuangan terkemuka di dunia. Untuk menjadi anggota MDRT, agen asuransi harus melewati persyaratan ketat yang muaranya ialah memberi pelayanan profesional dan terbaik pada nasabah. Saat ini, seribu agen Prudential Indonesia masuk menjadi anggota MDRT. Jumlah itu menjadikan Prudential Indonesia sebagai perusahaan asuransi jiwa Indonesia pertama yang meraih angka tersebut di sepanjang sejarah MDRT.

“Status anggota MDRT memberi jaminan pada nasabah bahwa dia dilayani oleh agen profesional yang akan membantu meningkatkan memberikan solusi terbaik terkait proram asuransi,”  ujar Rusli.

Untuk meningkatkan kualitas agen, lanjut Rusli, Prudential Indonesia menerapkan program pelatihan berkesinambungan. Selain itu, pengembangan produk dan sisempendukungnya juga terus dilakukan, mengikuti perubahan zaman dan kebutuhan masyarakat. Ia mencontohkan di masa pandemi Covid-19 ini, ketika pergerakan orang terbatas, Prudential membangun sistem pemasaran PRUCekatan yang memungkinkan nasabah maupun calon nasabah dapat berkonsultasi dengan tenaga pemasar terkait kebutuhan asuransinya.

Dalam kesehariannya, Rusli Chan sebagai Chief Agency Officer bertanggung jawab menjaga dan meningkatkan kinerja seluruh tenaga pemasar asuransi Prudential Indonesia di Indonesia yang jumlahnya lebih dari 260 ribu. Masuknya 1.000 agen sebagai anggota MDRT menjadi salah satu bukti kepiawaiannya menerapkan strategi pengembangan agen, mulai dari proses rekrutmen hingga pelatihan dan pengembangan berkesinambungan.

Hal itu tidak tidak lepas dari bekal pengalaman 26 tahun terjun di dunia asuransi. “Dari awalnya dikasih tugas angkat-angkat dan bersih-bersih komputer, sampai dipercaya menangani pelatihan untuk pembeli. Waktu itu tahun 90-an, bekerja di perusahaan komputer memang bergengsi, tapi saya merasa itu bukan passion saya,” tutur Rusli.

Suatu waktu, dia bertemu dengan teman yang pemasar asuransi . Singkat cerita, Rusli tertarik mengikuti jejaknya. Sejak itulah dia menggeluti dunia asuransi, hingga pada 2017 lalu bergabung dengan Prudential Indonesia. “Dulu, tantangannya jauh lebih berat karena masih sedikit sekali orang yang tahu asuransi. Tapi saya menemukan passion saya di bidang ini. Saat ini, masyarakat sudah lebih paham asuransi, tugas pemasar membantu nasabah mendapatkan jenis perlindungan asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.”

Ia menekankan, untuk menjadi agen asuransi, bekal terpenting ialah komitmen untuk memberi pelayanan terbaik bagi nasabah dalam jangka panjang. Bukan sekadar mengejar komisi penjualan, setelah dapat  lalu ‘menghilang’. “Bisnis asuransi ialah bisnis kepercayaan. Bagaimana kita mendapatkan dan menjaga trust dari nasabah untuk jangka panjang. Karena itu, agen harus memberi pelayanan sepenuh hati, mau untuk terus belajar dan berkembang,” pungkasnya. (RO/A-1)

BERITA TERKAIT