09 September 2020, 20:32 WIB

UMKM Pahlawan Pandemi Covid-19


Annisa Ayu Artanti | Ekonomi

KEBERADAAN Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) saat ini menjadi vital. Sebab hampir 60% Produk Domestik Bruto (PDB) dikontribusikan dari UMKM.

Di saat pandemi dan sebagian perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan, UMKM memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketua Umum Asosiasi UMKM M Ikhsan Ingratubun mengungkapkan UMKM sebagai pahlawan pandemi covid-19. Adanya UMKM mampu menciptakan efek domino dari hulu ke hilir.

Ia menyebut, ketika UMKM memiliki kecukupan modal maka roda perekonomian akan berputar, daya beli akan tumbuh, dan saat itu lah banyak sektor merasakan hal positif.

"Banyak yang berbelanja, orang banyak pemainnya, banyak ikutan produk yang merasakan kalau dia (UMKM) bergerak," kata Ikhsan kepada Medcom.id, Sabtu (5/9).

Baca juga: Bertahan di saat Pandemi dengan Ide-Ide Kreatif

Namun tak dipungkiri pandemi juga memberi dampak bagi UMKM. Mengacu data Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sebanyak 30 juta UMKM terdampak pandemi.

Ikhsan menjelaskan, sebelum pemerintah memberikan bantuan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) UMKM struggling untuk mempertahankan operasionalnya melalui berbagai cara yaitu konvensional dan penjualan secara daring.  

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM sebanyak 8 juta atau setara 13% dari total keseluruhan UMKM nasional sudah beralih ke daring. Sementara sisanya berjuang menggunakan cara konvensional.

"Selebihnya masih konvensional. Jadi sebenernya masih lebih besar konvensional daripada daring," ucapnya.

Baca juga: Hidupkan Pasar UMKM

Ikhsan juga menuturkan krisis yang terjadi tahun ini berbeda dengan krisis-krisis sebelumnya. Efek krisis sebelumnya tidak terlalu berimbas kepada UMKM. Sementara krisis pandemi ini dirasa berat karena mengancam kesehatan.

Oleh karena itu, menurutnya, bantuan pemerintah melalui program PEN sangat berarti bagi UMKM. UMKM bisa kembali kuat dan menjadi pahlawan perekonomian nasional jika penyaluran dana PEN sebesar Rp123,46 triliun efektif.

"Tapi penyalurannya harus dengan cepat. Dalam rangka me-raise-up kembali atau meningkatkan kembali atau membangkitkan kembali UMKM punya duit atau punya modal untuk mampu berbelanja dan menghidupkan kembali usaha mereka," jelasnya. (X-15)

BERITA TERKAIT