09 September 2020, 14:20 WIB

Rekor Camavinga Iringi Kemenangan Prancis


Akmal Fauzi | Sepak Bola

EDUARDO Camavinga mencetak rekor ketika membela timnas Perancis saat menghadapi Kroasia pada pertandingan kedua UEFA Nations League, Rabu (9/9) dini hari WIB. Ia menjadi pemain termuda les Bleus yang mencatat debut di timnas senior sejak 1914.

Duel Perancis vs Kroasia yang digelar di Stadion Stade de France, Saint-Denis, berakhir dengan kemenangan untuk tim tuan rumah dengan skor 4-2. Camavinga masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-63 menggantikan N'Golo Kante.

Baca juga: Positif Covid-19, Mbape Absen Bela Timnas Prancis

Camavinga yang mencatatkan debut pada usia 17 tahun 303 hari menjadikan pemain termuda Prancis sejak Maurice Gastiger, yang mengukir debutnya pada 1914 di usia 17 tahun dan 128 hari.

“Pertama-tama, saya merasakan kebanggaan untuk keluarga dan seluruh rakyat Prancis. Saya tidak tahu dari mana kepercayaan diri ini muncul. Saya beberapa kali tampil bersama pemain senior dan itu membuat saya lebih dewasa," katanya seperti dilansir Goal, Rabu (9/9).

Saat tiba di Clairefontaine, tempat pemusatan latihan timnas Prancis, Camavinga masih berstatus skuat junior. Namun karena Paul Pogba absen, Camavinga akhirnya dipanggil ke tim senior.

"Tujuan saya adalah kembali tampil (di tim senior). Saya akan berkonsentrasi untuk tampil lebih baik di klub agar bisa dipanggil lagi," ujarnya.

Keempat gol Perancis dalam laga itu dicetak oleh Antoine Griezmann (43'), gol bunuh diri Dominik Livakovic (45'), Dayot Upamecano (65'), dan Olivier Giroud via tendangan penalti pada menit ke-77.

Kemenangan itu memperpanjang rekor Prancis tak terkalahkan melawan Kroasia. “Kami bermain dengan gaya yang lebih hebat, selain dalam 30 menit pertama ketika kami didominasi secara fisik dan tidak cukup tepat secara teknis." ujar Didier Deschamps.

Pelatih dari Kroasia, Zlatko Dalic mengatakan timnya harusnya mampu bermain dengan baik, namun akibat kehilangan konsentrasi, mereka harus kebobolan 4 gol.

"Kami bermain sangat baik pada menit ke-43, memiliki peluang untuk mencetak gol kedua tetapi kehilangan konsentrasi berarti kami kebobolan dua gol. Kami memulai babak kedua dengan baik, menyamakan skor, tetapi kemudian kebobolan dari sepak pojok dan itu memutuskan pertandingannya,” ujar Zlatko Dalic. (Mal/UEFA/Goal/A-1)

 

BERITA TERKAIT