09 September 2020, 13:58 WIB

Jokowi: Penemuan Vaksin Merah Putih Tunjukkan Kemandirian Bangsa


Dhika Kusuma Winata | Humaniora

PRESIDEN Joko Widodo menerima Tim Pengembangan Vaksin Covid-19 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (9/9). Dalam kesempatan tersebut, Presiden meminta laporan perkembangan vaksin serta memberikan arahan agar tim mampu bekerja cepat dengan tetap mengikuti prosedur ilmiah yang berlaku.

Presiden mengungkapkan ia menaruh harapan besar bagi pengembangan vaksin Merah Putih tersebut untuk menangani krisis pandemi Covid-19. Selain untuk mempercepat agar masyarakat dapat segera menerima vaksin tersebut, pengembangan vaksin dalam negeri juga menunjukkan kemampuan dan kemandirian bangsa.

Baca juga: Vaksin Merah Putih Diperkirakan Diproduksi Triwulan IV 2021

"Penemuan dan produksi vaksin Covid-19 ini sangat penting untuk dapat segera menangani krisis kesehatan maupun krisis ekonomi. Kita mampu mandiri dengan vaksin yang kita kembangkan dan kita produksi sendiri," jelas Presiden.

Untuk mempercepat pengembangan vaksin dalam negeri, Presiden telah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19. Keppres tersebut diharapkan mendorong sinergi dan konsolidasi semua unsur yang ada untuk mempercepat pengembangan vaksin.

Berdasarkan Keppres tersebut, tim pengembangan vaksin terdiri atas pengarah, penanggung jawab, dan pelaksana harian di mana dalam susunan penanggung jawab tim Presiden menunjuk Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional sebagai Ketua Penanggungjawab Tim Pengembangan Vaksin Covid-19.

Adapun Menteri Kesehatan dan Menteri BUMN akan bertindak masing-masing sebagai Wakil Ketua I dan II dengan anggotanya ialah Menteri Luar Negeri, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro mengatakan pengembangan bibit vaksin Merah Putih yang dilakukan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman kini prosesnya mencapai 50%. Vaksin diperkirakan akan bisa memasuki produksi massal pada triwulan IV 2021.

Baca juga: Dishub: Kami Selalu Perhatikan Kapasitas Maksimum 50%

Bambang mengatakan Presiden Jokowi meminta tim untuk bekerja cepat namun tetap memenuhi seluruh prosedur ilmiah untuk pengembangan vaksin. Prosedur ilmiah penting untuk dipenuhi demi menjamin keamanan vaksin.

"Presiden meminta kita bekerja dengan cepat dan tetapi mengikuti segala prosedur karena vaksin harus aman tanpa efek samping yang membahayakan dan vaksin diharapkan akan manjur dan berkhasiat untuk memperkuat daya tahan tubuh menghadapi Covid-19," ujarnya. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT