09 September 2020, 13:15 WIB

Serang Biden, Isu Tiongkok Jadi Tema Utama Kampanye Trump


Faustinus Nua | Internasional

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (8/9) meningkatkan upayanya untuk menjadikan Tiongkok sebagai tema utama pemilihan presiden AS. Dia menuduh saingannya dari partai Demokrat, Joe Biden sebagai penjual globalis yang membantu merekayasa hilangnya peran AS secara luas.

"Agenda Joe Biden dibuat di Tiongkok. Agenda saya dibuat di AS," kata Trump saat berbicara kepada ribuan pendukungnya pada rapat umum kampanye luar ruangan di bandara Winston-Salem, Carolina Utara.

Tiongkok telah muncul sebagai topik panas menjelang pemilu 3 November. Trump berulang kali menuduh Biden telah lama mendukung kebijakan perdagangan yang menyebabkan offshoring pekerjaan domestik.

"Biden adalah seorang penjual globalis yang menghabiskan kariernya untuk memboroskan komunitas Amerika," tambah Trump.

Biden pada gilirannya mengkritik Trump karena telah menghukum petani AS dan industri lain dengan tarif berbahaya pada barang-barang Tiongkok. Mantan wakil presiden itu juga mengecam kesepakatan perdagangan Trump dengan Beijing karena tidak memberikan manfaat bagi industri AS.

North Carolina adalah negara bagian penting bagi kampanye Biden dan Trump. North Carolina adalah satu dari sedikit negara bagian yang dapat menentukan hasil pemilihan. Wilayah itu juga menjadi salah satu dari banyak negara bagian yang telah menyaksikan industri manufaktur dan tekstilnya bermigrasi ke Tiongkok dan negara-negara Asia lainnya selama 25 tahun terakhir.

Kunjungan pada Selasa merupakan yang kedua kalinya bagi Trump dalam waktu kurang dari seminggu. Trump meningkatkan perjalanan kampanye dengan waktu kurang dari dua bulan sebelum pemilihan.

Kampanye presiden juga menuduh Biden dan pasangannya, Senator Kamala Harris, menentang upaya pemerintahannya untuk mempercepat penemuan vaksin untuk virus covid-19. Menurutnya, vaksin AS akan datang 'sangat, sangat segera'.

"Mereka mencoba meremehkannya. Mereka mencoba menjadikannya politik," ujar Trump.

Biden menuduh bahwa Trump sendiri yang mempolitisasi masalah untuk membantu dirinya memenangi pemilihan. Dia mengatakan pada hari Senin bahwa dengan sejarah penanganan yang salah dari presiden terkait pandemi covid-19, telah menewaskan lebih dari 186.000 orang Amerika dan menghilangkan jutaan lapangan pekerjaan.

Baca juga: Trump dan Biden saling Serang Jelang Pilpres AS

Sementara, jaminannya tentang keamanan vaksin dinilai tidak dapat dipercaya. Sebelum pawai Trump, kampanye Biden menyerukan agar vaksin apa pun diproduksi dan didistribusikan mengikuti standar ilmiah yang ditetapkan tanpa campur tangan politik dari luar.

Pada kesempatan tersebut, Trump juga meningkatkan kritiknya terhadap Harris, wanita kulit hitam pertama dan keturunan Asia-Amerika pertama yang mendapatkan tiket presiden dari partai besar AS.

"Tidak ada yang menyukainya. Dia tidak akan pernah bisa menjadi presiden wanita pertama," ucap Trump. "Itu akan menjadi penghinaan bagi negara kita," lanjutnya.

Biden menolak permintaan komentar atas pernyataan Trump. Biden tidak mengadakan acara kampanye resmi pada hari Selasa, tetapi akan memberikan sambutan di Warren, Michigan, pada hari Rabu tentang pekerjaan manufaktur AS. (CNA/OL-14)

BERITA TERKAIT