09 September 2020, 12:54 WIB

MAKN Sinergi Dengan Kementan Dukung Ketahanan Pangan


Widjajadi | Nusantara

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) bersinergi dengan Masyarakat Adat Keraton Nusantara (MAKN) untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional, dengan penyuburan lahan dan penyehatan hasil pertanian, melalui pengelolaan pupuk hayati.

"MAKN kemarin (Selasa, 8/9) bertemu dengan Menteri Pertanian Syahril Yasin Limpo, untuk memperkenalkan program peningkatan ketahanan pangan nasional, dengan mengajak petani memanfaatkan pupuk hayati. Dan juga pemberdayaan anggota MAKN mengembangkan tanaman unggulan selain padi," kata Ketua Harian MAKN, KPH Eddy Wirabhumi kepada mediaindonesia.com di Keraton Solo, Rabu (9/9).

Organisasi adat keraton se-nusantara ini, siap bersinergi dalam memberikan pelatihan cara pembuatan pupuk hayati dari bahan bahan yang ada di sekitar lingkungan petani. Dan juga penyuluhan penyuburan tanah, takaran dosis dan waktu pemupukan , pengendalian hama dan penyakit tanaman, dengan prinsip ekologis.

"Mentan Syahril sangat menyambut uluran program MAKN, karena selain meningkatkan sumber daya manusia petani, lahan menjadi subur, hasil beras lebih sehat, dan penghematan ongkos produksi sampai 50 persen lebih," kata suami Koes Murtiyah ini.

Di depan Mentan, MAKN juga menyatakan kesediaan untuk terlibat mengembangkan tanaman unggulan selain padi di wilayah adat masing masing. Seperti yang dilakukan Keraton Sumenep yang mengembangkan jagung. Bahkan Syahril Yasin juga meminta agar MAKN  bisa  menyertakan informasi data serta ketersediaan lahan lahan yang bisa ditanami di masing masing wilayah kerajaan Nusantara, dengan status tanah kepemilikan yang jelas dan tidak bermasalah, atau clear dan clean.

"MAKN siap, karena jika kita kembali melihat sejarah, dapat ditemukan banyak bukti, bahwa leluhur bangsa Indonesia susah menggeluti pengelolaan budadaya tanam yang bagus sejak berabad abad. Inilah yang kita tawarkan," tukasnya.

baca juga: Pelaku UMKM di Babel Harus Adaptif dengan Digitalisasi

Yang jelas, lanjut Wirabhumi, pemerintah berpedoman perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta dengan menjaga keseimbangan kemajuan dan kesatuan ekonomi nasional.

Saat menemui Mentan Syahril di Jakarta, rombongan MAKN selain KPH Eddy Wirabhumi dari Keraton Surakarta, antara lain Sekjen MAKN dari Kasiltanan Sumenep, RA Yani WSS. Kuswodidjoyo, Humas MAKN Poppy Amalya, dan Revli Ibrahim Iskandar dari Kesultanan Bacan.(OL-3)
 

BERITA TERKAIT