09 September 2020, 11:03 WIB

CDC Keluarkan Warning Risiko Covid-19 di Indonesia Level Tinggi


Siswantini Suryandari | Internasional

CENTERS for Disease Control and Prevention (CDC) mengeluarkan rekomendasi kepada wisatawan apabila tidak terlalu penting, tidak perlu berkunjung ke Indonesia. Terlebih wisatawan yang memiliki risiko penyakit parah akibat covid-19 harus mempertimbangkan untuk menunda semua perjalanan, termasuk perjalanan penting ke Indonesia. Pasalnyam, risiko covid-19 di Indonesia tergolong tinggi.

Laporan yang diunggah di laman CDC pada 6 Agustus 2020 itu menyebutkan risiko covid-19 di Indonesia saat ini pada level 3 atau tinggi.CDC membagi tiga level dalam penyebaran covid-19. Level 1 disebut pengawasan yakni tindakan pencegahan biasa. Level 2 disebut Alert atau waspada yaitu tindakan pencegahan ditingkatkan, dan level 3 atau peringatan (warning) yaitu hindari perjalanan tidak penting.   

CDC menyebutkan jika Anda berada di Indonesia dalam keadaan sakit dan membutuhkan tenaga medis, ada kemungkinan sumber daya tenaga medis terbatas karena tingginya jumlah penderita covid-19. CDC menyarankan para wisatawan atau siapa saja yang hendak ke Indonesia sebaiknya mempelajari persyaratan dan informasi dengan teliti informasi negara tersebut. CDC meminta para wisatawan atau orang asing yang akan masuk ke Indonesia sebaiknya menanyakan terlebuh dahulu kepada KBRI, Konjen RI, dan Kementerian Kesehatan RI. Untuk warga Amerika Serikat bisa menanyakan ke Kementerian Luar Negeri AS.

baca juga: AstraZeneca Hentikan Uji Coba Vaksin Covid-19

"Kebijakan di kota tujuan di Indonesia mengharuskan wisatawan atau siapa saja yang masuk harus menjalani uji covid-19. Apabila hasilnya positif maka Anda harus menjalani isolasi dalam jangka waktu tertentu. Bahkan Anda kemungkinan tidak bisa pulang ke Amerika Serikar seusai jadwal karena harus menjalani isolasi mandiri. Untuk itu perlu dipertimbangkan untuk menjalani tes covid-19 sebelum melakukan perjalanan," tulis CDC.

Hingga 9 September 2020, kasus positif covid-19 mencapai 200.035 kasus, pasien sembuh 142.958 dan meninggal dunia 8.230. (OL-3)

BERITA TERKAIT