09 September 2020, 06:59 WIB

Bandara Internasional Yogyakarta Jadi Etalase UMKM DIY-Jateng


Ardi Teristi Hardui | Nusantara

TULISAN Galeri Pasar Pasar Kotagede tampak mencolok saat memasuki terminal Bandara Internasional Yogyakarta (BIY). Ketika memasuk ke dalamnya, laiknya sebuah etalase mall, aneka produk ditata secara apik dan menarik untuk dibeli.

"Kapasitasnya untuk memajang produk dari 500 UMKM" jelas Kepala Dinas Koperasi UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi saat menunjukkan produk-produk di Galeri Pasar Kotagede, Selasa 

Galeri tersebut diisi oleh UMKM dari DIY dan Jawa Tengah. Konsep Galeri Pasar Kotagede, kata dia, adalah pasar sehingga produk-produk dijajar sesuai jenisnya, bukan asal daerahnya. Ketika berkeliling di galeri dengan luas sekitar 1.200 meter persegi ini, barang-barang yang dijual antara lain aneka minuman tradisional, makanan oleh-oleh, boneka, kacamata dengan bingkai kayu, stick drum, aneka pernak-pernik, hingga kaos dan pakaian batik.

Ia menjelaskan, produk-produk yang masuk di Pasar Kotagede BIY adalah produk-produk terpilih, yang sudah dikurasi dari tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Bagi UMKM yang ingin memajang produk mereka di Galeri Pasar Kotagede BIY, mereka tinggal membuat proposal melalui pemerintah kabupaten/kota.

Syarat yang harus dipenuhi UMKM yang hendak mengajukan proposal, misalnya memiliki izin usaha mikro kecil, izin Produk Industri Rumah Tangga (P-IRT), hingga engantongi sertifikat halal. 

"Kami ingin produk yang dipajang UMKM yang premium sekaligus mendorong agar UMKM bisa memenuhi legalitas, meningkatkan kelembagaan, dan naik kelas," jelas dia.

Ia menjelaskan, setiap tiga bulan, pihaknya akan mengevaluasi dan menyegarkan produk-produk yang ditampilkan. Produk-produk yang ditampilkan bisa digantu atau dikurangi ruang pamer produk-produk tertentu.

"Misalnya, produk A penjualannya bagus. Area pamernya dikurangi agar bisa memberi ruang bagi UMKM yang lain," kata dia.

Walau ruang pamernya dikurangi, tetapi mereka tetap bisa menampilkannya secara digital. Seluruh UMKM meninggalkan kartu nama di kasir agar pembeli bisa bertransaksi dengan pelaku UMKM secara langsung pada kemudian hari.

"Karena saat ini masih pandemi, kerjasama kita dengan UMKM adalah konsinyasi untuk setahun ini," jelas dia.

Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY, Dwi Wahyu Budiantoro mengatakan, Galeri Pasar Kotagede bisa membantu UMKM menembus pasar yang lebih luas. 

"Di sini tempat display UMKM sekaligus melayani ritail," jelas dia.

baca juga: Dinkes Lampung Minta Tempat Wisata Perketat Protokol Kesehatan

Dwi yakin, setelah pandemi Covid-19 berlalu, BIY akan semakin ramai dan Galeri Pasar Kotagede banyak dikunjungi penumpang BIY. Ketua Komisi B DPRD DIY, Danang Wahyu Broto melengkapi, secara teknis pengelolaan UMKM di Galeri Pasar Kotagede di DIY, pihaknya menyerahkan kepada Dinas Koperasi UKM DIY. Pihaknya pun mendukung keberadaan Galeri Pasar Kotagede dalam bentuk kebijakan anggaran agar UMKM DIY bisa lebih maju dan mandiri. (OL-3)


 

BERITA TERKAIT