09 September 2020, 06:39 WIB

Satgas Covid-19 Sebut Persentase Kesembuhan di Indonesia 71,5%


Ferdian Ananda Majni | Humaniora

JURU bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiko Adisasmito menyampaikan persentase kesembuhan di Indonesia yakni 71,5% dibandingkan rata-rata dunia 71,26%. Untuk kasus meninggal di angka 4,1% atau 8.230 kasus. Sementara rata-rata dunia di angka 3,26%.

"Target kita bersama memastikan jumlah kasus sembuhnya makin hari, makin tinggi. Jumlah kasus aktifnya, makin hari harus makin turun, sedangkan jumlah kasus meninggalnya, makin hari makin turun. Dengan demikian kita tetap mendapatkan 100%, dengan persentase utama ialah kasus sembuh," kata Prof Wiku Adisasmito di Kantor Presiden, Selasa (8/9).

Wiku menyebut, dalam seminggu terakhir ini, pada kasus positif terdapat kenaikan 18,6%. Sebelumnya 18.625 kasus menjadi 22.097 kasus. Kenaikan kasus ini, tertinggi berada di Bali yang naik 100%, Sulawesi Selatan naik 84,4%, Riau naik 68,5%, DKI Jakarta naik 31% dan Jawa Tengah naik 19,6%.

Untuk kasus meninggal secara mingguan, terjadi penambahan 3% dari 663 kasus menjadi 683 kasus. Ada lima provinsi dengan persentase kematian tertinggi adalah Jawa Timur (7,14%), Jawa Tengah (7,06%), Bengkulu (6,65%), Sumatera Selatan (5,95%) dan Nusa Tenggara Barat (5,9%).

Sementara angka kesembuhan per provinsi cenderung fluktuatif dalam periode mingguan. Secara nasional, penambahan kasus sembuh mengalami penurunan 13,64% dari 16.691 kasus menjadi 14.414 kasus.

Ada lima provinsi dengan kasus sembuh tertinggi yaitu DKI Jakarta (33.519 kasus), Jawa Timur (28.033 kasus), Jawa Tengah (10.018 kasus), Sulawesi Selatan (9.663 kasus) dan Kalimantan Selatan (6.802 kasus).

Baca juga: Pengguna Masker Lebih dari 75 Persen, Wiku: Covid-19 Dapat Turun

Untuk persentase kesembuhan tertinggi berada di Kepulauan Bangka Belitung (95,06%), Sulawesi Tengah (88,89%), Kalimantan Barat (87,22%), Gorontalo (85,96%) dan Maluku Utara (83,68%).

"Ini adalah target kesembuhan yang harusnya diikuti daerah-daerah lain di Indonesia, agar secara kolektif, gambaran Indonesia secara keseluruhan jadi tinggi," lanjut Wiku.

Selain itu, untuk upaya mitigasi terkini pada tiga provinsi tertinggi kasus covid-19 telah melakukan sejumlah upaya. DKI Jakarta telah membuat fasilitas isoloasi mandiri di dua tower Wisma Atlet dan Sekda DKI Jakarta membuat surat edaran No. 02/SE/2020 tentang pengaturan mekanisme kerja ASN.

Lalu Jawa Barat melakukan pelaksanaan testing PCR lebih dari 50 ribu per Minggu, arahan kedisiplinan protokol kepada pengelola kawasan industri dan peresmian Smart Digital Village Pesantren.

Sementara Jawa Timur, gubernur telah mengeluarkan arahan kepada bakal calon, KPU dan Bawaslu menjelang pilkada serentak. Pun Gubernur Jatim dan para penyintas Covid-19 sosialisasi protokol kesehatan bersama.

Meski kasus covid-19 masih terus bertambah, namun kasus aktif di Indonesia masih berada di bawah rata-rata dunia. Di Indonesia rata-ratanya di angka 24,4% atau 48.847 kasus. Di tingkat dunia rata-rata berada di angka 25,47%.

Untuk persebaran kasus aktif di 514 kabupaten/kota per 6 September 2020, ada 310 dari 514 kabupaten/kota yang memiliki kasus dibawah 50 kasus.

"Jadi ini adalah prestasi secara keseluruhan bahwa ada 310 kabupaten/kota yang memiliki kasus dibawah 50 kasus, ini harus ditekan terus agar menjadi lebih rendah lagi," tuturnya.

Ada 74 kabupaten kota yang tidak ada kasus aktif sama sekali dan 11 kabupaten/kota yang memiliki kasus aktif lebih dari 1.000. Masing-masing di Kota Bekasi (1.025 kasus), Jakarta Utara (1.043 kasus), Kota Depok (1.043 kasus), kota Surabaya (1.116 kasus), Jakarta Selatan (1.149 kasus), Jakarta Pusat (1.312 kasus), Kota Makassar (1.363 kasus), Jakarta Barat (1.372 kasus), Jakarta Timur (1.429 kasus), Kota Medan (1.454 kasus) dan Kota Semarang (2.591 kasus).

Pada peta zonasi risiko, terjadi perubahan zona risiko. Pada risiko tinggi (merah) naik menjadi 70 daerah dari sebelumnya 65 di daerah. Risiko sedang (oranye) naik jadi 267 daerah dari 230 daerah. Sedangkan risiko rendah (kuning) turun jadi 114 daerah dari 151 daerah.

Sedangkan pada zona hijau yakni tidak ada kasus baru, turun jadi 38 dari 42 daerah, dan tidak terdampak turun jadi 25 dari 26 daerah.

Rinciannya ada 55 kabupaten/kota yang berubah zona risiko dari kuning menjadi oranye tersebar pada 22 provinsi. Lalu ada 29 kabupaten/kota dengan perubahan zona risiko dari oranye menjadi merah yang tersebar pada 15 provinsi.(OL-5)

BERITA TERKAIT