09 September 2020, 06:29 WIB

Olahraga untuk Prestasi dan Berdayakan Ekonomi


Gana Buana | Olahraga

PERINGATAN Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2020 berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi covid-19 telah menghambat banyak aktivitas dan juga penyelenggaraan pesta olahraga nasional maupun internasional.

Hal itulah yang melatarbelakangi Kementerian Pemuda dan Olahraga menetapkan tema Haornas 2020 yang jatuh pada hari ini.

Haornas Ke-37 kali ini mengambil tema Peningkatkan kebugaran dan prestasi pemberdayaan ekonomi melalui pengembangan sport tourism dan sport industry.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengutarakan tema tersebut diambil sebagai langkah extraordinary di tengah situasi pandemi covid-19. Tujuannya supaya kebugaran masyarakat meningkat sekaligus mendorong prestasi
olahraga ke depan.

“Karena melihat situasinya sedang krisis, maka kita harus melakukan langkah-langkah yang extraordinary. Biasanya kita hanya men-
dorong satu tema saja, tetapi karena situasi sedang seperti ini, kita dorong tiga tema sekaligus,” ujarnya di acara Talk Show FMB 9, kemarin.

Zainudin mengatakan sport science, sport industry, dan sport tourism akan menjadi peran penting untuk olahraga nasional. Ketiganya sama-sama memiliki peran besar untuk kebugaran, prestasi, dan perekonomian.

Menurut dia, salah satu penyebab prestasi olahraga belum optimal ialah masih minim nya dukungan dari sport science. Padahal, banyak atlet potensial, tapi pembinaan sejak muda tidak mendukung. Akibatnya hanya fisik yang bagus, psikis dan mentalnya belum tentu.

“Saat ini banyak atlet yang fisiknya bagus, tetapi nyatanya mereka memiliki masalah psikis ataupun mental yang tidak diketahui. Solusinya kita harus menerapkan sport science supaya bisa mendeteksi hal-hal yang tidak terlihat dari luar,” jelas dia.

Saat ini, kata dia, cabang olahraga sepak bola merupakan pionir dalam penggunaan sport science. Timnas Indonesia U-19 sudah berlatih dengan memanfaatkan teknologi ini Harapannya, mereka bisa tampil maksimal di ajang Piala AFC U-19 dan Piala Dunia U-20 nanti.

Ia mendorong semua program latihan para atlet harus memiliki landasan sport science yang kuat. Untuk itu, Kemenpora akan menggandeng perguruan tinggi untuk menerapkannya.

Secara umum sport science merupakan disiplin ilmu yang mempelajari bagaimana tubuh manusia yang sehat bekerja selama latihan, dan bagaimana olahraga dan aktivitas fisik meningkatkan kesehatan dan kinerja dari perspektif sel ke seluruh tubuh.

Datangkan pakar

Untuk mendukung terlaksananya target sport science, Kemenpora melalui Asisten Deputi Pembibitan dan Iptek Olahraga menggelar acara Diseminasi Iptek Olahraga 2020 dengan mendatangkan dua pakar olahraga asing, Dr Greg Wilson PhD dan Aveenash Pandoo, untuk membagikan ilmu tentang sport science. Adapun tema yang diambil terkait talent identification dan strength conditioning.

Kegiatan itu dilaksanakan di Provinsi Lampung. Kedua pakar memberikan ilmu sport science kepada para pelatih dalam meningkatkan
kompetensinya. Kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang pengenalan perkembangan terbaru di bidang ilmu olahraga populer kepada stakeholder keolahragaan di Indonesia.

Asisten Deputi Pembibitan dan Iptek Olahraga Kemenpora Washinton Galingging mengatakan pemerintah telah menetapkan Bali, NTT, Sultra, Kaltim, dan Lampung yang akan dikunjungi untuk penyelenggaraan diseminasi. Para pakar didatangkan untuk melakukan penanaman pemahaman dari esensi melatih kepada para pelatih lokal.

“Kami mendatangkan para pakar ke sini agar para pelatih lokal memahami esensi dari melatih yang sebenarnya. Tidak hanya mementingkan prestasi, tetapi juga membina atlet,” ujar Washinton.

Di hari pertama kegiatan, pelatih lokal diajak untuk mengubah pola pemilihan atlet berdasarkan minat menjadi berdasarkan talenta. Program latihan akan lebih efektif diterima jika atlet bertalenta tinggi.

Greg Wilson yang merupakan doktor ilmu olahraga lulusan The University of Western Australia itu mencontohkan rekrutmen Eko Yuli Irawan pada cabang olahraga angkat besi. Eko dianggap sebagai atlet bertalenta tinggi yang mampu menembus level Olimpiade serta sanggup mempertahankan performa puncaknya dalam waktu yang relatif panjang.

“Tak lain tak bukan, itu karena ketepatan pelatih menemukan talenta,” ujar Greg.

Sementara itu, dalam pembekalan, Aveenash Pandoo juga menjelaskan bahwa faktor selain talenta yang sangat menentukan kesuksesan atlet, yakni long term athlete development atau pembinaan atlet jangka panjang. Faktor kesuksesan ini tidak berdiri sendiri, melainkan gabungan dari beberepa faktor lain, seperti kompetensi pelatih, fasilitas penunjaang latihan, kompetisi reguler, serta dasar ilmu olahraga yang kuat.

Sport tourism dan industry

Terkait sport tourism, itu sudah dilakukan oleh banyak negara di dunia dengan menyediakan paket wisata sekaligus paket olahraga dalam satu waktu.

Menpora mencontohkan yang dilakukan Thailand. ‘Negeri Gajah Putih’ memanfaatkan kekayaan alam sebagai destinasi wisata sekaligus tempat untuk berolahraga. Dampaknya, devisa negara meningkat, turis banyak yang datang, dan ekonomi masyarakat stabil.

Berkaca dari hal tersebut, Menpora mendorong untuk membuat paket wisata olahraga di Indonesia. Ia menganggap Indonesia bisa menjual hal tersebut karena memiliki kekayaan alam yang luar biasa.

“Laut kita luas, bisa dipakai untuk diving atau berselancar. Gunung kita tinggi, bisa dipakai untuk hiking atau paralayang. Indonesia itu sangat potensial apabila dimanfaatkan dengan baik. Sayangnya belum tersentuh dengan baik,” jelas dia.

Tentang sport industry, Zainudin Amali mengungkapkan bahwa olahraga tidak lepas dari kebutuhan industri atau jasa sebab keduanya akan saling mengikat satu sama lain. Sebuah cabang olahraga pasti membutuhkan seragam, peralatan bermain, dan lain hal. Hanya saja di
Indonesia masih bergantung pada industri yang berasal dari luar negeri untuk memasok kebutuhan tim. “Produk-produk dalam negeri tidak kalah kualitasnya dengan produk luar, bahkan banyak brand-brand ternama di dunia yang rumah produksinya berada di Indonesia. Oleh karena itu, saya meminta cabang olahraga di Indonesia menggunakan produk lokal seperti cabor sepak bola,” tegas dia. (S-1)

BERITA TERKAIT