09 September 2020, 05:10 WIB

Cegah Kanker Serviks, Rutinlah Pap Smear


MI | Humaniora

SKRINING pap smear secara rutin penting untuk mendeteksi dan mencegah kanker serviks atau leher rahim. Kanker ini 99,7% disebabkan human papillomavirus (HPV) onkogenik yang menyerang leher rahim.

Dokter Febryono Basuki Raharjo, Sp Onk Rad, menyampaikan hal itu dalam webinar bertajuk Radioterapi pada Kanker Serviks yang diadakan RS Kanker Dharmais Jakarta, Rabu (2/9).

“Karena kasus kanker serviks sangat banyak dan berada di posisi nomor dua di Indonesia sehingga ini perlu digiatkan kembali agar dapat mendeteksi dari stadium awal,” bebernya.

Menurutnya, American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan agar perempuan berusia 21-29 tahun melakukan pap smear rutin setiap tiga tahun sekali.

Sementara itu, pada perempuan usia 30-65 tahun disarankan melakukan pap smear rutin setiap tiga tahun sekali atau ditambah dengan tes DNA HPV setiap lima tahun sekali.

Adapun gejala klinis utama yang biasa dialami penderita kanker serviks ialah pendarahan per vagina, pendarahan pascakoitus/berhubungan seksual, dan sekret vagina abnormal/keputihan yang tidak normal.

“Pada stadium lebih tinggi, karena pendarahan terusmenerus bisa terjadi anemia, nyeri pada panggul, sekret menjadi kekuningan dan berbau, dan ada gangguan fungsi saluran pencernaan dan saluran kemih,” terangnya.

Untuk mendeteksi tingkat keparahan atau stadium kanker serviks, saat ini dapat dilakukan dengan pemeriksaan radiologi dan patologi. 

“Untuk radiologi, MRI paling baik untuk melihat ekstensi tumor dan perluasan ke sekitarnya. PETCT biasanya dilakukan pada negara-negara maju untuk melihat apakah ada ekstensi dari tumornya melalui kelenjar getah bening.”

Sebelumnya, ahli onkologi Prof DR Aru W Sudoyo mengatakan, belum masifnya program deteksi dini atau skrining, turut memicu tingginya angka kanker setiap tahun. “Kita masih banyak bergerak di fasilitas kesehatan untuk pengobatan,” kata dia. (Aiw/H-2)
 

BERITA TERKAIT