08 September 2020, 23:35 WIB

Positif Covid-19 Klaster Warung Soto Lamongan Membengkak


Ardi Teristi | Nusantara

KASUS positif Covid-19 dari klaster warung soto lamongan di Kota Yogyakarta, membengkak. Selasa (8/9), ada penambahan pasien positif dari klaster tersebut.

"Dari 15 pembeli yang di tes swab 4 diantaranya adalah positif dan 10 negatif," jelas Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Selasa (8/9).

Kasus pertama positif dalam klaster ini muncul pada 24 Agustus 2020. Dengan penambahan empat pasien baru, klaster warung soto lamongan total menjadi 20 orang  positif Covid-19.

Diantara pembeli yang positif Covid-19, ada yang hanya beli dan makan di rumah dan makan di tempat. Dari fakta tersebut, penularan bisa terjadi dari benda-benda yang bisa  pernah disentuh orang yang positif, baik dari piring, mangkok dan gelas, bahkan plastik pembungkus soto.

"Protokol covid 19 di rumah makan, warung, resto, dan kafe juga harus  memperhatikan peralatan yang bisa saling disentuh bergantian," kata dia.

Heroe menambahkan, dengan melihat perkembangan kasus Orang Tanpa Gejala (OTG) yang semakin banyak, Pemkot Yogyakarta sedang mengupayakan menyediakan shelter baru. Pemkot selama ini sudah mengupayakan untuk menggunakan hotel tetapi ada kendala karena sebagian besar saat ini sudah ada tamu yang menginap.

Penggunaan mess atau balai diklat juga menemui kendala karena hampir semuanya sedang digunakan untuk pendidikan. Namun, pihaknya masih mengusahakan meminta izin untuk menggunakan balai diklat yang dikelola oleh pusat.

"Saat ini sedang mengupayakan beberapa yang memungkinkan, termasuk opsi untuk membuat rumah sakit lapangan jika tidak segera ditemukan tempat yang layak dan memadai," jelasnya. (R-1)

BERITA TERKAIT