09 September 2020, 03:15 WIB

Pembunuh Khashoggi Bebas dari Maut


MI | Internasional

PENGADILAN Arab Saudi telah membatalkan hukuman mati atas lima pelaku pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Putusan ini dikutuk oleh tunangan Khashoggi dan dikecam oleh seorang ahli PBB sebagai parodi peradilan. Awalnya pengadilan tertutup menjatuhkan vonis itu pada Desember 2019. Tiga pelaku lainnya dijatuhi hukuman penjara total 24 tahun. 

Namun, pengampunan keluarga membuka jalan bagi pengurangan hukuman, termasuk grasi untuk lima terpidana mati. “Lima terpidana kini dijatuhi hukuman 20 tahun penjara, 1 orang dijatuhi hukuman 10 tahun, dan 2 lainnya tujuh tahun,” tulis kantor berita resmi Saudi Press Agency yang mengutip juru bicara jaksa penuntut umum.

Hatice Cengiz, tunangan sang jurnalis, menyebut putusan itu sebagai lelucon. “Putusan yang dijatuhkan di Arab Saudi itu sekali lagi mengejek keadilan,” tulis Cengiz di Twitter.

Agnes Callamard, pelapor khusus PBB tentang eksekusi di luar hukum atau sewenangwenang, mengecam putusan itu dan menyebutnya sebagai parodi peradilan. “Putusan ini tidak memiliki legitimasi hukum atau moral,” kecam Callamard di Twitter.

Sedangkan Turki mengatakan putusan pengadilan Saudi tidak memenuhi harapan global. “Kita masih belum tahu apa yang terjadi dengan tubuh Khashoggi, siapa yang menginginkannya mati, atau apakah ada kolaborator lokal. Ini menimbulkan keraguan atas kredibilitas proses hukum,” kata Fahrettin Altun, direktur komunikasi kepresidenan Turki.


Mencoreng reputasi

Jamal Khashoggi, 59, ialah orang dalam keluarga kerajaan yang berubah menjadi pengkritik Saudi. Ia dibunuh di konsulat Saudi di Istanbul pada Oktober 2018. 

Kasus ini telah mencoreng reputasi penguasa de facto Saudi, yaitu putra mahkota Mohammed bin Salman. Saudi semula membantah Khashoggi dibunuh di dalam konsulatnya. 

Namun, seiring tekanan dari berbagai negara, Riyadh akhirnya mengakui dan menggambarkan pembunuhan itu sebagai operasi liar atau buruk. Saudi juga membantah keterlibatan Mohammed bin Salman dalam peristiwa itu. (AFP/Hym/X-11)

BERITA TERKAIT