08 September 2020, 23:15 WIB

BPBD Jatim Antisipasi Bencana Kekeringan


Faishol Taselan | Nusantara

BADAN Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur telah menyiapkan strategi-setrategi menghadapi kemarau yang kini sudah mulai terjadi di Jawa Timur.

"Langkah jangka pendek adalah dengan membuat tandon-tandon air, dan droping air bersih ke daerah-daerah terdampak," kata Pelaksanaan Harian  BPBD Jatim Heru Tjahyono di Surabaya, Selasa (8/9).

Selain jangka pendek, pihaknya juga menyiapkan jangka menengah yang  bisa dilakukan yakni dengan membuat waduk dan membuat sumur bor. Pihaknya juga melakukan koordinasi dengan jajaran BPBD di tingkat kabupaten/ kota. Rapat koordinasi tersebut dimaksudkan untuk meminta BPBD di tingkat kabupaten/ kota melakukan pemetaan titik-titik yang berpotensi mengalami kekeringan.

Heru menjelaskan, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana menyatakan, pemerintah kabupaten/kota bertanggung jawab dalam penanganan bencana di daerahnya. Dalam hal ini, katanya, pemerintah provinsi hanya memberi bantuan yang  sifatnya pendampingan.

Berdasarkan data 2019, di Jatim ada 31 kabupaten/kota, 236 kecamatan, 798 desa, dan kelurahan yang mengalami kekeringan. Total droping air bersih saat itu sebanyak 186.750.000 liter. Sementara saat ini, kata  dia, belum ada daerah yang mengalami kekeringan.

Berdasarkan analisa Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), kemarau melanda Jatim mulai April 2020. Pada periode awal itu, baru sebagian kecil daerah yang mengalami dampaknya.  Kemudian, kata dia, pada Juli 2020, kemarau telah merata di seluruh daerah di Jatim. (R-1)

 

BERITA TERKAIT