08 September 2020, 21:15 WIB

Operasional Kapal antar Pulau di Mentawai Disetop Sementara


Yose Hendra | Nusantara

MELONJAKNYA kasus warga terkonfirmasi positif Covid-19 di Kepulauan Mentawai, membuat operasional kapal antar pulai di sana disetop selama dua pekan. Hal itu untuk memutus penyebaran virus covid-19 di sana.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Tohap Nababan menerangkan, operasional kapal antar pulau untuk sementara waktu, terhitung sejak Selasa (8/9) hingga Senin (22/9/2020). Kapal yang dizinkan hanya untuk membawa kebutuhan pokok masyarakat atau pelaksanaan tugas kedinasan gugus tugas percepatan dan penanganan Covid-19.

Keberangkatan Kapal ataupun tugas kedinasan berdasarkan persetujuan tertulis gugus tugas. Ketentuan itu juga berlaku bagi long boat yang beroperasi di Kepulauan Mentawai.

"Kita berharap masyarakat maklum dengan kebijakan ini agar tidak semakin banyak yang terpapar Virus Corona dan demi keselamatan bersama," ujar Tohap

Kabupaten Kepulauan Mentawai kembali masuk zona kuning dengan bertambahnya pasien sebanyak 17 orang, yakni 16 orang dari depot air minum dan sedang karantina mandiri, serta 1 orang dirawat di Puskesmas Sikakap.

"Momentumnya ketika pasien dari Kabupaten Sijunjung datang ke Mentawai ditemukan dan positif covid, baik penumpang yang turun di Tuapeijat, Sioban dan Sikakap, dilakukan tracking," kata Kepala Dinas Kesehatan Mentawai, sekaligus juru bicara teknis kesehatan gugus tugas penanganan covid 19 Mentawai Lahmuddin Siregar.

Dari hasil tersebut, petugas melakukan tes swab kepada penumpang, baik dari Padang, ke Sioban dan Sikakap sebanyak 121 orang penumpang yang turun termasuk Anak Buah Kapal (ABK), dari tes swab tersebut ditemukan salah seorang warga Manganjo terpapar covid-19 yang mana dari satu orang tersebut berasal dari Tuapeijat menuju Sikakap pada hari Sabtu (29/8) dengan kapal Perintis.

"Yang orang Manganjo ini sudah satu bulan bekerja di Depot air di SP3, kemudian dia pulang ke Sikakap naik perintis hari Sabtu itu, karena ada ditemukan pasien dari Sijunjung, maka kita lakukan tracking, kita
temukanlah orang Manganjo ini reaktif," kata Lahmuddin.

Dari situ dilakukan tracking ke Depot air minum J5, dan akhirnya ditemukan reaktif satu keluarga dan sudah dilakukan isolasi, yang sebenarnya keluarga Depot air merupakan transmisi lokal.

Untuk pasien Covid-19 di Mentawai sebenarnya ada sebanyak 25 pasien, 8 dinyatakan sembuh dan 16 isolasi mandiri, 1 diisolasi di Puskesmas Sikakap.

"Saat ini sudah kita isolasi di rumah sakit, kalau dia nanti ada gejala akan kita isolasikan, kalau yang tanpa gejala di ruang isolasi Mapaddegat saja, kalau ada gejalanya akan dirawat di RSUD" kata Lahmuddin.

Ia juga menyampaikan, demi mengantisipasi penularan semakin marak, pihak Pemerintah setempat dan petugas melakukan tes swab masing-masing OPD, untuk sementara yang sudah melakukan tes swab dan sudah dikirim sampelnya yaitu, Sekretariat Daerah 85 orang, Kominfo 48, dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia  26, total 159 orang sedang menunggu hasil, secara total sudah melakukan 250 swab dan sampel sebanyak 3.000 lebih.

"Kita sudah melakukan testing secara massal masing-masing OPD, yaitu Setda, Kominfo dan BKPSDM yang sudah dilakukan tes swab," kata Lahmuddin Siregar. (OL-13)

Baca Juga: Takut Covid-19, Thailand Absen dari Piala Thomas dan Uber

BERITA TERKAIT