08 September 2020, 19:22 WIB

UMKM Berpotensi Jadi Stimulan Kebangkitan Ekonomi Pascapandemi


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

PELAKU usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai bisa menjadi agen kebangkitan Indonesia dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang masih berlangsung saat ini.

Karena itu, pengusaha nasional, Sandiaga Salahudin Uno berharap pemerintah hingga masyarakat saling gotong royong mengatasi kesulitan di tengah pandemi. Ia juga berharap agar para pemangku kebijakan dapat memberikan solusi ekonomi yang bisa langsung dirasakan masyarakat.

"Saatnya kita bangkitkan lagi usaha-usaha masyarakat, ciptakan kembali peluang usaha dan lapangan kerja saat beban biaya hidup yang meningkat di masa pandemi Covid-19 ini," kata Sandiaga dalam diskusi virtual bersama Universitasn Pendidikan Indonesia, Selasa (8/9).

Sandi mengungkapkan, peluang UMKM menjadi stimulan kebangkitan ekonomi karena 99 persen perekonomian Indonesia digertakkan UMKM dan lebih dari 95% lapangan kerja diserap oleh UMKM. UMKM pun menjadi penyumbang PDB yang cukup besar, yaitu sekitar 60%.

"Peran mereka adalah sebagai agen perubahan, bukan hanya untuk ekonomi Indonesia, tetapi juga perannya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, jangan meremehkan Covid-19. Jadi mereka sebagai agen perubahan yang membawa sebuah hal yang baru,” tegasnya.

Baca juga : Subsidi Upah, Kemnaker Terima Tambahan Data 3,5 Juta Pekerja

Di sisi lain, anggota Komisi XI DPR Kamrussamad mengatakan, UMKM di masa pandemi sangat membutuhkan kelonggaran atau relaksasi akses permodalan, karenanya butuh perhatian lebih untuk kembali bisa memulihkan ekonomi melalui penguatan sektor UMKM.

Namun, di masa pandemi, keterampilan digital bagi UMKM perlu digencarkan agar tetap bisa mengakses pasar.

"Saat ini ada 175.4 juta pengguna internet. Selain itu ada 338,2 juta pengguna ponsel aktif yang terdaftar. Selain itu ada 160 juta orang yang aktif di media sosial," katanya.

Upaya penguatan UMKM, lanjut Kamrrussamad juga perlu dibarengi dengan gerakan menguatkan wirausaha Indonesia, sehingga jumlah wirausaha terus bertambah.

"Untuk menjadi negara maju, prosentase pengusaha di Indonesia adalah 14% dari total penduduk Indonesia berdasar PDB. Kita membutuhkan empat juta wirausaha baru untuk mendorong penguatan ekonomi," pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT