08 September 2020, 15:16 WIB

BNN: Marak Peredaran Narkoba Lewat Daring


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan

BADAN Narkotika Nasional (BNN) telah mengungkap 40 perkara sepanjang 2020. Mayoritas kasus merupakan jaringan peredaran narkoba yang dilakukan lewat daring.

"Jaringan yang banyak sekarang ini melalui online. Hampir 30 kasus melalui online, dengan jumlah yang cukup banyak," jelas Kepala BNN Heru Winarko di Kantor Pusat BNN, Selasa (8/9).

Heru menyebut jenis narkotika yang paling banyak beredar di Indonesia ialah ganja. Dia mengungkapkan 65% pengguna narkoba mengonsumsi ganja. "Alhamdulillah lima bulan lalu, sekitar 12 ribu hektare ladang ganja kita ubah menjadi ladang jagung," imbuhnya.

Baca juga: Anggota Berani Pakai Narkoba, Kapolri: Hukuman Mati

Adapun 30% pengguna narkoba lainnya mengonsumsi metamfetamin (sabu) yang diperoleh dari kawasan golden triangle. BNN terus melakukan sinergi dengan berbagai pihak. Termasuk Kedutaan Iran dan Srilanka, untuk menghentikan peredaran narkotika melalui jalur laut.

Terkait pengiriman narkoba secara perorangan, Heru menyebut banyak pelaku yang nekat memasukkan barang ke Jakarta dan wilayah Jawa lainnya.

"Contohnya, penyelundupan 1 kg sabu lewat sepatu di Bandara Soetta. Mereka berupaya bagaimana caranya bisa masuk ke Jakarta dan Jawa. Karena pengguna yang banyak ada di sini," pungkas Heru.(OL-11)

BERITA TERKAIT