08 September 2020, 13:15 WIB

Belajar Memadupadankan Tulisan dan Foto Bagi ASN Kementan


Media Indonesia | Humaniora

GORESAN pena bisa mengubah sejarah dunia. Itulah yang diucapkan Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertanian Dr Ir Haris Syahbuddin, DEA terhadap 25 aparatur sipil negara (ASN) saat membuka pelatihan jurnalistik.

"Itu sebabnya kita juga harus memahami pola pemberitaan dan proses pembuatannya. Terlebih bagi kawan-kawan yang menangani situs, tentu harus memahami hal tersebut," ujar Haris di Jakarta, Selasa (8/9).

Ajang pelatihan tersebut merupakan kerja sama Kementerian Pertanian (Kementan) dengan Sekolah Jurnalisme Media Indonesia (SJMI) yang dilakukan secara daring. Sedangkan para ASN tersebut dalam kesehariannya bertugas sebagai petugas pendayagunaan hasil penelitian, tim web Balitbangtan, pengelola konten web, peneliti, pranata humas hingga penyuluh.

Haris mengingatkan bahwa lewat tulisan-tulisan yang bernas itulah segala macam hasil penelitian hingga kemajuan, bisa diinformasikan kepada masyarakat luas.

Kepada para peserta diberikan pemahaman tentang kriteria kelayakan sebuah berita yang diformulasikan dalam siaran pers. Termasuk belajar menggunakan telepon pintar dalam setiap kegiatan mereka. 

Antusiasme peserta tergambar dari beragam pertanyaan yang diajukan ketika sesi pemaparan berlangsung. Kepada mereka diberikan tugas penulisan yang dipadu dengan pengambilan gambar untuk kemudian dikoreksi tim SJMI. (O-2)

BERITA TERKAIT