08 September 2020, 13:15 WIB

Tak ada Tawar Menawar Protokol Kesehatan, Termasuk dalam Pilkada


Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum

PRESIDEN Joko Widodo menegaskan tidak ada tawar-menawar terkait pelaksanaan protokol kesehatan termasuk dalam gelaran pemilihan kepala daerah (pilkada).

"Penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggara pilkada harus dilakukan, harus ditegakkan. Tidak ada tawar-menawar. Keselamatan masyarakat, kesehatan masyarakat adalah segala-galanya," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas secara virtual, Selasa (8/9).

Baca juga: Jokowi Dukung BPK Periksa Laporan Keuangan Penanganan Covid-19

Ia mengaku terus mengikuti perkembangan dan situasi di lapangan. Dari situ, kepala negara melihat masih banyak bakal pasangan calon yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan.

"Ada bakal pasangan calon yang deklarasi dengan menggelar konser yang dihadiri ribuan orang, menghadirkan massa, mengundang kerumumunan, hal seperti ini harus menjadi perhatian kita," tegasnya.

Ia pun meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan pilkada, mulai dari KPU, Bawaslu, aparat TNI dan Polri, tokoh organisasi serta masyarakat untuk bersama-sama secara aktif mendisiplinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan.

Meski di tengah krisis akibat Covid-19, Jokowi menekankan pilkada harus tetap dijalankan. Pasalnya, pemerintah tidak bisa menunggu pandemi berakhir.

"Karena kita tidak tahu, tidak ada satu negara pun yang tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Oleh karena itu, pilkada harus dijalankan dilakukan dengan cara-cara yang baru," tuturnya. (OL-6)

BERITA TERKAIT