08 September 2020, 12:24 WIB

Implementasi Bus Listrik Diharap Jangan Hangat–Hangat Tahi Ayam


Hilda Julaika | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah melakukan kajian implementasi kendaraan listrik di Ibu Kota, khususnya penggunaan bus listrik. Hasilnya akan digunakan sebagai pedoman dalam penerapan kendaraan ramah lingkungan ini.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo berharap seluruh stakeholders bisa bekerja sama dengan komitmen yang kuat. Ia tidak ingin komitmen penggunaan kendaraan yang memperhatikan aspek lingkungan ini hanya ramai di awal saja.

“Perlu komitmen kuat dari pemerintah dan pelaku usaha serta stakeholder lainnya agar implementasi bus listrik/ kendaraan listrik ini tidak hangat-hangat tahi ayam. Ini kan dalam rangka memperbaiki kualitas udara Jakarta,” sarannya dalam Workshop “Kesiapan Industri Electric Vehicles” secara virtual, Selasa (8/9).

Baca juga: DKI Perlu Tambah Transportasi Umum untuk Hindari Penularan Korona

Syafrin menjelaskan agar Jakarta bisa segera menerapkan bus listrik ini perlu komitmen banyak pihak.

Ia mengatakan dalam mewujudkan ini perlu ada 3 prinsip utama yang diterapkan. Pertama, melakukan komunikasi yang baik. Selanjutnya yang kedua, setelah melakukan komunikasi maka perlu ada level koordinasi yang jelas serta peran dari masing-masing pihak. Ketiga, perlu adanya kolaborasi aktif dari seluruh stakeholders.

“Terkait koordinasi, siapa berbuat apa wajib di-state secara jelas dari level koordinasi bisa melakukan inventarisasi kebutuan apakah terkait aspek regulasi, teknis, maupun operasional sehingga program bus listrik ini terdeliver secara baik dan sustain. Tdk hanya terlaksana sesaat,” ungkapnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT