08 September 2020, 13:00 WIB

Lahan Pemakaman Pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Overload


Kisar Rajaguguk | Megapolitan

LAHAN pemakaman jenazah pasien yang positif terinfeksi virus korona atau Covid-19 di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur sudah overload.

Kepala Keasistenan Pemeriksaan 7 Ombudsman Republik Indonesia (ORI), Ahmad Sobirin, mengingatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mempersiapkan lahan baru untuk pemakaman Covid-19 yang sudah krisis agar warga tidak resah.

Baca juga: DKI Perlu Tambah Transportasi Umum untuk Hindari Penularan Korona

"Jika lahan yang diperkiraan dua bulan ke depan akan penuh, Pemerintah Provinsi DKI wajib mempersiapkan lahan baru.Sebab, tidak mungkin jika jenazah dimakamkan dengan menimpa jenazah Covid-19 sebelumnya, " tegasnya saat dihubungi Selasa (8/9).

Penyediaan lahan pemakaman bagi jenazah pasien Covid-19 wajib dilakukan.

Sebab, kewajiban tersebut diatur sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor: 3 Tahun 2017, pada bab V tentang kewajiban untuk penyediaan lahan pemakaman.

Pada intinya, kata dia, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait, harus segera bergerak untuk mengantisipasi overload lahan pemakaman Covid-19 di TPU Pondok Ranggon.

"Gubernur DKI harus segera menetapkan keputusan dengan meminta persetujuan DPRD terkait penyediaan lahan pemakaman Covid-19 di DKI, " ujarnya.

Diketahui lahan pemakaman covid di TPU Pondok Ranggon seluas 9.350 M2 kini hanya tersisa 2.750 M2 dan hanya cukup buat 1.000 jenazah baru.

Menurut koordinator lapangan TPU Pondok Ranggon, Nadi, dari keseluruhan lahan seluas 9.350 M2 sudah terpakai seluas 6.600 untuk memakamkan 2.562 jenazah Covid-19 sejak Maret lalu sampai sekarang.

Kata dia, pihaknya rata-rata memakamkan 20-25 jenazah baru tiap hari, diperkirakan akan penuh sekitar dua bulan ke depan. 

"Rata-rata 20-25 jenazah per hari, dua bulan ke depan akan penuh, " katanya, Selasa (8/9).

Ia mengatakan lahan pemakaman Covid-19 yang masih tersisa tersebut letak lokasinya berada di pinggir kali kecil berbatasan dengan Kelurahan/Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi.

"Lokasi pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, tidak digabung dengan pemakaman jenazah non-Covid-19. Jenazah Covid-19 pemakamannya ditempatkan di lahan khusus blok AA-1, " tuturnya.

Nadi juga mengatakan tak hanya lahan Covid-19 yang kritis. Tetapi lahan non-Covid-19, baik jenazah Muslim maupun Kristen dan Budha juga sudah kritis.

"Rata-rata jenazah non-covid-yang kita kubur rata-rata 15-20 jenazah dalam sehari, " pungkasnya. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT