08 September 2020, 09:31 WIB

Pandemi Buat Klub Bulu Tangkis Lebih Kreatif Lakukan Pembinaan


Akmal Fauzi | Olahraga

PANDEMI covid-19 di Indonesia turut berdampak pada pembinaan klub-klub bulu tangkis. Kompetisi yang menjadi faktor penting pembinaan harus terganggu.

Ketua PB Djarum Yoppy Rosimin menjelaskan kompetisi adalah faktor penting bagi atlet-atlet, khususnya di usia muda.

Ketiadaan kompetisi, kata dia, menimbulkan masalah. Para atlet jadi kehilangan atmosfer pertandingan sesungguhnya, yang berdampak pada proses latihan.

"Latihan dengan jangka waktu panjang itu membosankan. Pintar-pintar pelatihnya mengatur (program latihan)," kata Yoppy.

Baca juga: Regenerasi, Ekosistem Bulu Tangkis Harus Menyasar Usia Dini

Menurutnya, ekosistem bulu tangkis yang dibangun harus menyasar dan konsisten terhadap pembinaan usia muda. Di PB Djarum, misalnya, pembinaan dilakukan mulai dari usia di bawah 11 tahun.

Manajer PB Djarum Fung Permadi menambahkan pandemi covid-19 membuat pelatih harus putar otak dalam menentukan menu latihan.

“Kesulitan terbesar adalah mengatasi kebosanan dalam berlatih. Karena hampir 2 bulan sekali ada pertandingan meski tak semua dikirim," jelas Fung.

"Karena kita berlatih ada satu tujuan. Kita bagaimana mengarahkan pola pikir bahwa dari latihan ini kita punya satu tujuan baik meningkatkan kualitas permainan kita," tambahnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT