08 September 2020, 05:50 WIB

Asosiasi Diminta Ikuti Kemajuan Digital


(Ifa/S-3) | Ekonomi

PUSAT Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) meminta asosiasi pengembang perumahan
berlomba-lomba mengikuti perkembangan digital. Hal itu bertujuan meningkatkan perkembangan pembiayaan perumahan ke depan.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin dalam pertemuan dengan asosiasi pengembang perumahan secara virtual, Jumat (4/9). Pertemuan itu bertujuan
evaluasi implementasi Sistem Informasi untuk Pengembang (Sikumbang) semester I 2020.

“Era digital tidak bisa ditinggalkan. Semua asosiasi harus hijrah agar ramah dengan teknologi dan mampu mengikuti perkembangan aplikasi dan menginput semua datanya ke Sikumbang karena gerbongnya adalah pengembang,” ujar Arief dalam keterangan resminya.

Menurut Arief, kontribusi pengembang sangat besar untuk mendukung big data yang sedang dibangun PPDPP. “Dengan adanya data riil saat ini dari sisi supply dan demand perumahan, semua jadi lebih akuntabel, transparan, efisien, dan cepat. Data ini akan jadi pertimbangan dan masukan yang sangat berarti kepada Kementerian Keuangan
dan pihak terkait dalam penyaluran dana FLPP ke depan,” ungkap Arief.

Ketua Umum DPP REI Totok Lusida mengapresiasi kemajuan teknologi dari PPDPP. “Data digital tidak bisa bohong. Kami sangat mengapresiasi apa yang dilakukan PPDPP dan kami akan terus dorong anggota untuk memasukkan data perumahannya ke dalam aplikasi Sikumbang ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua Umum DPP Himppera Endang Kawijaya. Selain mengapresiasi PPDPP, Endang menyampaikan masukan agar disiapkan perangkat hukum jika terjadi double booking untuk penjualan perumahan. Dia pun mengharapkan PPDPP lebih memperkuat sistem agar terhindar dari gangguan teknis dalam pelaksanaannya.

Berdasarkan dasbor management control PPDPP per 2 September 2020, REI tercatat sebagai asosiasi dengan anggota terbanyak yang menginput data lokasinya
ke aplikasi Sikumbang, yaitu 5.261 lokasi perumahan. Per Jumat (4/9) pukul 11.01 WIB, 11.414 lokasi perumahan tercatat di aplikasi Sikumbang yang merupakan
anggota dari 20 asosiasi pengembang.

Sebanyak 500.605 unit tapak sudah terdaftar di aplikasi Sikumbang, 257.647 unit tapak subsidi sudah dinyatakan terjual, dan 1.604 unit rumah susun terdaftar dengan 387 unit
rumah susun subsidi yang telah terjual. (Ifa/S-3)

BERITA TERKAIT