08 September 2020, 08:41 WIB

Cipta Panca Minta Maaf Soal Cuitan Mengenai Rahayu Saraswati


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

POLITIKUS Partai Demokrat Cipta Panca Laksana menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait unggahannya dalam media sosial Twitter soal Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Rahayu Saraswati. Permohonan maaf itu disampaikan Panca melalui akun pribadi miliknya @panca66.

"Sehubungan twit pribadi saya mengenai paha mulus cawalkot Tangsel sudah terlanjur viral, dengan ini saya men-delete twit tersebut," ujarnya, Senin (7/9).

Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung dengan cuitannya tersebut.

"Memang gaya saya di Twitter seperti itu. Sekali lagi mohon maaf," imbuhnya.

Baca juga: KPU Perlu Gelar lagi Simulasi Protokol Kesehatan

Sementara itu, Rahayu Saraswati menyampaikan akan mempertimbangkan dugaan pelecehan yang ditujukan padanya untuk dibawa ke ranah hukum.

Rahayu menyampaikan, saat awal mendengar soal cuitan yang ditulis dua tokoh politik yakni Panca dan Said Didu, ia melakukan konfirmasi dengan menghubungi salah satu dari mereka yang ia kenal secara pribadi.

"Niat hanya ingin memastikan apakah betul itu akun pribadi beliau dan maksud dari cuitannya. Tidak lama kemudian saya dapat jawaban bahwa ya, betul itu milik beliau dan bahwa beliau tidak mengetahui siapa yang dimaksud dan kalau cuitannya hanya bercandaan saja," ungkap Saraswati di Jakarta, Senin (7/9) malam.

Saraswati mengungkapkan ia kecewa ada tokoh politik yang mengobjektifikasi perempuan, apalagi seorang calon pimpinan daerah. Namun, pada awalnya, ia tidak terlalu menanggapi serius cuitan tersebut.

"Tapi kalau memang bukan saya yang dimaksud, ya mungkin saja yang dimaksud adalah rival-rival saya yang notabene adalah laki-laki semua," imbuh Saraswati.

Setelah membaca postingan dari kawan sesama perempuan yang memprotes melalui media sosial mengenai pelecehan yang ditujukan pada perumpuan dan malah dianggap hal yang biasa, Saraswati mempertimbangkan melaporkan hal yang dialaminya kepada aparat penegak hukum.

"Kita telah terprogram untuk menerima objektifikasi dan pelecehan seksual verbal sebagai hal biasa dan bahkan sebagai pujian. Lalu muncul pertanyaan, apakah akan saya laporkan secara hukum?" ujarnya.

Ia pun mendapat dorongan dari para pejuang perempuan dan aktivis antikekerasan seksual. Bahkan ada yang menanyakan komitmennya untuk mendukung para korban dan penyintas.

Pelecehan seksual, ujar Saraswati, dalam bentuk verbal melalui tulisan yang diunggah di media sosial tetap sebuah pelecehan.

Terkait dugaan pelecehan seksual yang ia alami lantaran dirinya memakai celana pendek saat berolahraga, Saraswati menegaskan semua orang (laki-laki maupun perempuan) punya hak untuk berpakaian sesuai dengan kehendaknya masing-masing tanpa mengalami pelecehan, diskriminasi, dan lain-lain. (OL-1)

BERITA TERKAIT