08 September 2020, 03:55 WIB

Industri Harus Efisien untuk Bisa Bertahan


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PEREKONOMIAN Indonesia yang terpuruk akibat pandemi covid-19 membuat hanya 40%-50% industri, baik dari usaha kecil menengah (UKM) maupun industri hulu dan hilir mampu bertahan. Sektor industri harus segera dapat dipulihkan agar roda perekonomian kembali bergairah.

“Untuk mengangkat industri ini adalah melalui efi siensi atau cost reduction dengan memperhatikan aspek demand atau pasar dan daya beli masyarakat. IBIMA bisa menghidupkan kembali roda perekonomian melalui lean enterprise untuk Indonesia,” papar CEO PT Insan Bisnis & Industri Manufaktur Indonesia (IBIMA) I Made Dana Tangkas dalam diskusi virtual di Jakarta, kemarin.

Pada kesempatan itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menuturkan, sektor industri mengalami penurunan dalam hal SDM.

Sekitar 3,8 juta masih berperan, khususnya di bidang UMKM. Kemenperin menyebut kolaborasi IBIMA dengan melibatkan pentahelix ABGCFM (academics, business, government, community, federation, media) bisa mendorong dunia industri menggeliat di tengah pandemi.

Sementara itu, salah satu yang terhantam pandemi covid-19 dan membutuhkan bantuan segera ialah industri penerbitan buku. Menurut pimpinan penerbit Gramedia, Riza Zacharias, industri penerbitan buku merugi hingga 80%.

Faktor utama kerugian ialah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang menyebabkan toko-toko buku tutup.

Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf mendorong pemerintah untuk menciptakan ekosistem industri kreatif. Dede mengatakan industri kreatif bisa memberikan pendapatan negara US$40 miliar. “Ini seharusnya diimbangi dengan anggaran yang diberikan kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenkraf),” kata Dede. Ia menambahkan, “Ekonomi kreatif dalam 10 tahun terakhir ekonominya selalu meningkat di atas 10% sampai 20%.

Sayangnya saya melihat peran pemerintah sangat kurang karena dari sisi kebijakan dan permodalanya sangat sulit didapatkan.” (Ins/E-3)

BERITA TERKAIT