08 September 2020, 03:50 WIB

Transportasi Jaga Denyut Perekonomian di Masa Pandemi


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi mendorong operator transportasi tetap memberikan layanan dengan patuhi protokol kesehatan.

Hal itu disampaikan dalam peringatan Hari Perhubungan Nasional Tahun 2020 secara virtual di Jakarta, kemarin.

“Tetap perhatikan protokol kesehatan demi menjaga urat nadi kehidupan perekonomian bangsa di tengah pandemi,” kata Budi dalam keterangan resminya.

Menhub mengingatkan regulator dan para operator transportasi harus bekerja sama memberikan pelayanan di semua sektor. Budi juga menyebut pengusaha transportasi mengalami berbagai permasalahan karena pandemi.

“Di tengah pandemi, kita tidak boleh lengah dan abai serta tetap memberikan pelayanan transportasi untuk menggerakkan roda perekonomian dengan memperhatikan protokol kesehatan yang baik,” ujar Budi.

Terkait kinerja pelayanan selama pandemi, PT Kereta Api Indonesia (KAI) melaporkan telah mengangkut rata-rata 62.000 penumpang per hari terhitung per 6 September 2020 atau naik 10% dari Agustus yang rata-rata mengangkut 56.000 per hari.

“Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terus tumbuh pada layanan KAI yang dapat diandalkan di tengah pandemi covid-19,” kata VP Humas KAI Joni Martinus dalam keterangan tertulis di Jakarta, kemarin.

Ia membantah bahwa kereta merupakan lokasi yang paling rentan dalam penularan covid-19. Joni menilai transportasi KA merupakan moda yang aman untuk melakukan perjalanan karena adanya penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Berdasarkan hasil kajian para ahli, kereta api merupakan moda yang aman digunakan selama pandemi karena telah menerapkan protokol yang ketat,” ujarnya.

Ia menuturkan berbagai penelitian di Prancis, Jepang, dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa tidak ada penemuan kluster covid-19 di transportasi publik.

Epidemiolog dari Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan hingga saat ini belum ada laporan mengenai kereta api menjadi klaster penyebaran covid-19. “Meskipun terdapat himpunan atau kerumunan banyak orang, tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19 berkat adanya penerapan protokol kesehatan,” tandasnya. (Ins/Ant/E-1)

BERITA TERKAIT