07 September 2020, 23:44 WIB

Kampanye Jaga Jarak dan Mencuci Tangan akan Digencarkan


M. Ilham Ramadhan Avisena | Humaniora

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah akan melanjutkan kampanye untuk menekan dan mencegah penyebaran pandemi covid-19 secara langsung kepada masyarakat.

Setelah beberapa waktu lalu mengampanyekan gerakan Memakai Masker, kampanye Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan akan dilakukan pemerintah.

"Kampanye menjaga jarak dan menghindari kerumunan menjadi penting terutama karena akan diselenggarakannya Pilkada. Untuk itu, Menteri Dalam Negeri dan aparat penegak hukum akan mengingatkan sesuai aturan yang sudah ada sehingga Pilkada tidak menjadi klaster baru penyebaran covid-19," tutur Airlangga dikutip dari siaran pers, Senin (7/9).

Kampanye Menjaga Jarak akan dilakukan mulai 7 September hingga 6 Oktober 2020 dengann mengusung slogan Ayo Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Setelah itu, kampanye Mencuci Tangan akan dilaksanakan pada 7 Oktober hingga 6 November 2020. Berbagai kampanye itu dijadikan strategi penanganan dan menekan penyebaran virus.

Tujuannya ialah untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja penanganan kesehatan selama pandemi covid-19. Merujuk dari data Kementerian Kesehatan, kata Airlangga, didapati data yang terbilang baik dengan catatan kasus terkonfirmasi positif covid sebanyak 194.109 kasus dan jumlah sembuh sebanyak 138.575 kasus.

Baca juga : Pemerintah Tegaskan Hanya Gunakan Vaksin Yang Teruji dan Aman

"Recovery Rate kita sebesar 71,4%, lebih tinggi dari angka rata-rata global. Sementara Case Fatality Rate Indonesia sebesar 4,1% dan terus menurun dari angka sebelumnya yang pernah di awal sempat sekitar 7%-8%. Jadi bisa kita lihat bahwa tingkat kesembuhan terus meningkat dan tingkat kematian terus menurun," terang Airlangga.

Secara pararel, kata dia, pemerintah akan turut berupaya menjaga daya beli masyarakat di masa pandemi covid-19. Beberapa program bantuan akan dilanjutkan dan menjadi program prioritas, seperti Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM), Bantuan Subsidi Gaji, Kartu Prakerja, Program Keluarga Harapan (PKH), dan Sembako.

Ia mengatakan, pihaknya telah melaporkan kepada Presiden mengenai beberapa program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sudah berjalan seperti PKH, Bansos Sembako untuk warga Jabodetabek, Bansos Tunai di luar Jabodetabek, Kartu Prakerja, Diskon Listrik, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, Investasi Koperasi melalui Lembaga Pengeloa Dana Bergulir (LPDB), dan BPUM.

Mengenai pengadaan vaksin, lanjut Airlangga, beberapa perusahaan tengah bersiap. Salah satunya adalah Vaksin Merah Putih yang disiapkan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Badan Riset dan Inovasi Nasional bersama lembaga Eijkman.

"Kemudian Bio Farma yang telah melakukan kerja sama tadi dilaporkan juga terkait dengan Sinovac yang juga menyiapkan 290 juta dan juga dari G42 menyiapkan 30 juta di tahun ini," terang Airlangga.

Kementerian kesehatan juga akan menyiapkan untuk operasionalisasi dari vaksinasi yang diperkirakan bisa dimulai di awal tahun nanti. "Pemerintah sudah menyiapkan dana untuk tahun ini sebesar Rp3,8 triliun dan tahun depan secara multi years ada Rp37 triliun," pungkas dia. (OL-7)

BERITA TERKAIT