07 September 2020, 21:57 WIB

Krisis Air Bersih Landa 11 Desa di Klaten


Djoko Sardjono | Nusantara

WARGA 11 desa di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dilanda krisis air bersih akibat kemarau ini. Sementara itu, BPBD Klaten telah melakukan dropping air ke daerah rawan kekeringan itu total sebanyak 333 tangki @ berkapasitas 5.000 liter.

Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Klaten, Yuwana Haris, menyebut 11 desa yang kini mengalami mengalami kesulitan air bersih tersebar di lima kecamatan. Kondisi terparah lima desa di Kecamatan Kemalang.

Lima desa yang kekeringan di Kecamatan Kemalang, yaitu Kendalsari, Sidorejo, Tegalmulyo, Tangkil, dan Tlogowatu. Untuk lima desa ini, BPBD Klaten telah menggelontorkan bantuan air bersih sebanyak 254 tangki.

Baca juga : Produsen Rumahan Tembakau Gorila di Bandung Terungkap

Sedangkan enam desa lainnya yang dilanda krisis air bersih,  yaitu Bandungan dan Temuireng di Kecamatan Jatinom; Wiro dan Jambakan di Kecamatan Bayat, Kanoman di Kecamatan Karangnongko , dan Gaden di Kecamatan Trucuk.

BPBD Klaten menyiapkan anggaran Rp242,950 juta untuk kegiatan dropping  air bersih 1.000 tangki ke daerah rawan kekeringan. Di musim kemarau ini, sebanyak 42 desa di sembilan kecamatan yang terancam krisis air bersih.

‘’Saat ini, Klaten dalam siaga darurat kekeringan. Kami siap melayani setiap ada permintaan dropping air dari masyarakat. Sementara prioritas bantuan air untuk tempat penampuang umum,  tempat ibadah, dan warga difabel,’’ kata Haris. (OL-2)

 

BERITA TERKAIT