07 September 2020, 20:40 WIB

Pelaku Industri Batik Didorong Ramah Lingkungan


M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

KEMENTERIAN Perindustrian (Kemenperin) mendorong para pelaku industri batik di tanah air agar semakin berdaya saing globa dengan memberikan bantuan pelatihan.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Doddy Rahadi, mengatakan upaya tersebut diharapkan dapat memacu kompetensi para perajin batik sekaligus mendorong terciptanya inovasi produk.

Pelatihan yang diberikan terkait proses pembuatan batik yang ramah lingkungan. Tujuannya untuk menciptakan efisiensi pemakaian bahan baku, energi, dan hemat air, sehingga limbah yang dihasilkan lebih sedikit. Hal ini sesuai dengan implementasi prinsip industri hijau yang dapat mendukung konsep ekonomi secara berkelanjutan.

"Praktik industri hijau ini sangat penting dan mutlak untuk segera dilaksanakan guna tercapainya efisiensi produksi serta menghasilkan produk yang ramah lingkungan," kata Doddy melalui keterangan tertulisnya, Senin (7/9).

"Terlebih, industri ramah lingkungan merupakan sebuah ikon yang harus dipahami dan dilaksanakan dalam menyelaraskan pembangunan," tambahnya.

Doddy menyebut untuk mempercepat penerapan industri hijau dalam aktivitasnya, pelaku usaha perlu memanfaatkan teknologi modern atau hasil riset yang sudah ada.

"Pengembangan industri yang ramah lingkungan bisa dilakukan melalui sejumlah cara. Mulai dari produksi bersih, konservasi energi, efisiensi sumber daya, proses daur ulang hingga teknologi rendah karbon," pungkas Doddy. (E-1)

BERITA TERKAIT